Indonesia dan Ukraina Jajaki Kerja Sama Kota Kembar
JAKARTA – Dubes RI untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi, mengunjungi kota Lviv, Ukraina untuk menjajaki program kota kembar atau sister city dan mengenalkan Indonesia lebih dekat kepada masyarakat dan pemerintah kota Lviv.
“Kami membahas potensi hubungan ‘sister city’ antara Lviv dan Yogyakarta, mengingat kedua kota tersebut sarat akan kekuatan budayanya,” kata Dubes RI untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi melalui surel yang diterima di Jakarta, Minggu (18/3).
Kunjungan Dubes RI ke kota Lviv ini merupakan kunjungan pertama perwakilan RI di kota Lviv sejak 25 tahun hubungan Indonesia dan Ukraina. Di kota terbesar di bagian barat Ukraina tersebut, Dubes Yuddy diterima oleh Wali Kota Lviv Andriy Sadoviy di kantornya.
Seminggu sebelumnya, Yuddy juga menyambangi kota Kharkiv dalam rangka program kota kembar Kharkiv dengan alternatif pilihan Bandung atau Surabaya. Yang memang sudah terjalin adalah sister city Kiev dan Jakarta.
Yuddy menyampaikan terima kasih telah diterima sang Walikota yang berusia 49 ini. Baginya, ini adalah tata krama Indonesia dimana selalu meminta restu kepada kepala daerah sebelum mengeksplor daerah tersebut.
Sambutan hangat ditunjukkan Walikota Sadoviy yang telah memimpin Lviv sejak 2006 lalu. Baik Yuddy maupun Sadoviy sepakat bahwa hubungan Indonesia dengan Ukraina, khususnya Lviv wajib terus dikuatkan.
Sadoviy merupakan tokoh muda yang tercatat sebagai orang berpengaruh urutan ke 114 di Ukraina.
Saat ini, ada dua pelajar asli asal Lviv menempuh pendidikan di Indonesia dengan beasiswa “Darmasiswa”. Sementara satu pelajar lainnya mengambil pendidikan magister di Bandung melalui program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).
Dubes Yuddy pun menekankan bahwa kerja sama ini perlu ditingkatkan menjadi kolaborasi antar-universitas.
“Kami akan usulkan kerja sama antara universitas di Lviv dan di Indonesia,” ungkap Yuddy.
12 universitas di kota Lviv sendiri saat ini terdapat 12 universitas, delapan akademi dan puluhan institut. Universitas paling terkenal di Lviv adalah Lviv National University of Ivan Franko dan National University of Polytechnic.
Yuddy menyampaikan inisiatifnya agar Indonesia bisa bergabung di pagelaran-pagelaran budaya di Lviv.
“Apabila ada program-program budaya tahunan di Lviv, maka KBRI Kiev berkeinginan untuk berpartisipasi,” kata Dubes Yuddy.
Menurut Dubes, jika memungkinkan, pemerintah kota Lviv bisa secara langsung bekerja sama saat KBRI menyelenggarakan kegiatan budaya Indonesia di Lviv.
Lviv dikenal juga sebagai sebagai pusat industri berat. Produk yang dihasilkan antara lain trem, bus listrik, suku cadang mobil, lokomotif, tank dan kendaraan lapis baja.
Selain itu, kota ini juga dikenal dengan industri makanan dan minuman seperti permen cokelat dan bir. Dalam 10 tahun terakhir, Lviv juga dikenal karena industri pariwisata dan IT yaitu Softserv.
Nama-nama perusahaan yang terkenal antara lain PT Electrontrans memproduksi trem dan bus listrik, PT Fujikura Automotive Ukraine Lviv memproduksi suku cadang mobil-mobil di Eropa dan Bader Ukraina memproduksi suku cadang mobil BMW serta VW. (Ant)