Dislutkan Kalteng Bangun Kolam Ikan Kendalikan Inflasi

Ilustrasi/ Foto: Dokumentasi CDN

PALANGKA RAYA — Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah telah membangun kolam penyangga ikan sebanyak 15 buah di lahan seluas 1,5 hektare yang terletak di Tangkiling Kota Palangka Raya sebagai upaya mengendalikan inflasi.

Kolam penyangga ikan yang ada di Tangkiling tersebut akan diisi ikan Nila sebanyak 14 ribu ekor dan patin 6.000 ekor, kata Analis Perikanan Budidaya Dislutkan Kalteng, David Hariyanto di Palangka Raya, Sabtu (3/3).

“Untuk mengurus dan membudidayakan ikan tersebut Dislutkan mempekerjakan tiga orang. Apabila tidak ada halangan, sekitar bulan Mei atau Juni 2018 ini sudah bisa dipanen. Rencananya akan dijual di pasar penyeimbang,” tambahnya.

Sebenarnya Dislutkan Kalteng telah memiliki kolam ikan di Temanggung Tilung dan RTA Milono Kota Palangka Raya, namun karena kapasitas dan kualitasnya rendah maka dipindah ke Tangkiling agar lebih luas dan produksinya semakin berkualitas.

Penyuluh Perikanan Masyarakat Dislutkan Kalteng, Bambang Wiguno menambahkan, pihaknya tidak hanya mengandalkan kolam penyangga ikan untuk mengendalikan inflasi, namun juga bekerja sama dengan masyarakat yang membudidayakan ikan.

“Ada salah satu pelaku budi daya ikan yang telah menggunakan teknologi untuk membesarkan ikan nila. Kita bersama pelaku budidaya itu telah menyebar bibit ikan nila sebanyak 50 ribu ekor di kolam yang ada di Pahandut seberang Kota Palangka Raya,” bebernya.

Dari 50 ribu ekor bibit ikan yang disebar Dislutkan Kalteng ini, tingkat kematiannya sekitar 20 persen, sehingga ketika dipanen dengan ukuran tiga ekor per kg akan berkisar 13,5 ton.

Dia mengatakan pihaknya juga telah mempersiapkan sekitar 100 ribu bibit ikan yang nantinya akan disebar di kolam pelaku usaha di Pahandut seberang Kota Palangka Raya.

“Kita berharap langkah-langkah yang telah Dislutkan Kalteng lakukan, secara perlahan meningkatkan produksi ikan di provinsi ini, khususnya Kota Palangka Raya tidak lagi bergantung dengan pasokan daerah lain dan harga pun dapat terkendali,” demikian Bambang (Ant).

Lihat juga...