Bulog Sumut Serap 800 Ton Beras

Ilustrasi beras Bulog - Dok: CDN

MEDAN – Realisasi penyerapan beras petani oleh Perum Bulog Sumatera Utara sudah mencapai 800 ton. Di 2018 lembaga tersebut  diatrget bisa melakukan pengadaann beras hingga 20.000 ton.

Dengan perolehan tersebut, diyakini di pertengahan tahun ini, jumlah pengadaannya bisa tembus separuh dari target. “Penyerapan beras petani oleh Bulog terus bertambah. Targetnya hingga Juni sudah bisa mencapai 10.000 – 15.000 ton dari target tahun 2018 yang sebanyak 20.000 ton,” ujar Kepala Bulog Sumut, Benhur Ngkaimi di Medan, Jumat (9/3/2018).

Penyerapan beras petani dilakukan Bulog untuk mendukung ketersediaan bahan pangan utama tersebut secara nasional.  Termasuk upaya mengejar target mandiri dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan lokal. Pengadan pangan lokal tesebut telah dimulai pada 4 Januari dengan jumlah sebanyak 2,4 ton.

“Pembelian beras lokal di Sumut itu tercatat yang pertama kali secara nasional di 2018 dan Bulog Sumut berharap bisa merealisasikan 100 persen target penyerapan bahan pokok itu,” katanya.

Dengan jumlah pembelian sebanyak 800 ton, Sumut sudah masuk dalam lima besar penyerapan beras dalam negeri. Jumlah tersebut tercatat menjadi pembelian tertinggi di Sumut selama 10 tahun terakhir. “Bulog yakin bisa memenuhi target pembelian baik dengan mengacu pada HPP (harga pembelian pemerintah) yang ditetapkan sebesar Rp7.300 per kg atau dengan harga komersial atau lebih tinggi dari HPP.” katanya.

Untuk beras Public Service Obligation (PSO), Bulog membeli sesuai harga HPP atau hingga Rp8.700 per kg dan untuk beras komersial Rp10.000-an per kg dari harga eceran tertinggi untuk beras jenis premium Rp13.300 per kg.

Keyakinan bisa mencapai target pembelian itu sendiri mengacu pada meningkatnya produksi beras di Sumut pada 2018. Kondisi tersebut ditambah dengan kerja keras tim Bulog Sumut untuk melakukan jemput bola membeli beras ke daerah-daerah khususnya yang sedang memasuki masa panen seperti Deliserdang dan Nias.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, M Azhar Harahap mengatakan, pada 2018, produksi padi di Sumut ditargetkan sebanyak 5,290 juta ton dari angka sementara di 2017 yang sebanyak 5,089 juta ton.

Target produksi itu, diyakini tercapai karena produktivitas tanaman padi Sumut di 2018 diprediksi bisa naik menjadi 52,11 kwintal per hektare dari 52,92 kwintal per hektare di angka sementara 2017. Luas panas di 2018 luas panen padi Sumut juga diperhitungkan naik menjadi 1.015.155 hektare dari angka sementara 2017 yang seluas 978.225 hektare. (Ant)

Lihat juga...