Akibat Cuaca, Dua Kapal Roro Bersenggolan di Pelabuhan Merak

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG — Cuaca buruk disertai angin kencang di perairan Selat Sunda, mengakibatkan dua kapal roro bersenggolan di Dermaga I pelabuhan Merak Banten.

Brigadir Kepala Deden Rusyanto, Kepala Keamanan di KMP Mufidah, menngatakan, insiden terjadi antara KM Mufidah milik perusahaan pelayaran PT. Jembatan Laut (Jemla) Ferry dan KM Kirana II milik perusahaan pelayaran PT. Dharma Lautan Utama (DLU).

Saat itu, sebut Bripka Deden, KM Kirana II selesai melakukan pelayanan bongkar muat di dermaga I pelabuhan Merak pada Kamis (29/3) malam, dan KM Mufidah akan sandar di dermaga I setelah waktu pelayanan habis.

“Kondisi cuaca saat malam hari memang didominasi arus dan angin kencang, sehingga olah gerak kapal terhambat. Akibatnya, KM Kirana II yang akan keluar dermaga berbenturan bagian buritan dengan buritan KM Mufidah,” terangnya, saat dikonfirmasi Cendana News di gangway dermaga I Pelabuhan Bakauheni, Jumat (30/3/2018).

Pada saat insiden terjadi, kata Deden Rusyanto, anak buah kapal dibantu sejumlah penumpang segera melemparkan dapra penahan ke sisi buritan kanan KMP Mufidah.

Sementara akibat benturan dengan KM Kirana II, buritan kiri KMP Mufidah mengalami kerusakan kecil. Namun, pascainsiden tersebut, kedua kapal kembali beroperasi.

KMP Mufidah milik perusahaan pelayaran PT. Jembatan Laut (Jemla) Ferry sandar di dermaga I Pelabuhan Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Deden Rusyanto juga mengatakan, saat kejadian senggolan itu KMP Mufidah mengangkut 250 penumpang pejalan kaki dan puluhan kendaraan di dek atas dan dek bawah dalam. Tidak ada korban dan kerusakan kendaraan akibat insiden tersebut, meski sempat menimbulkan kepanikan para penumpang kapal. Akibat insiden benturan tersebut waktu pelayanan kapal mengalami keterlambatan sekitar 30 menit.

Kedua kapal yang memiliki jadwal sandar di dermaga I Pelabuhan Bakauheni dan Merak tersebut tetap normal beroperasi. Pantauan Cendana News KM Mufidah masih tetap beroperasi dan sandar di dermaga I Pelabuhan Bakauheni pada Jumat pagi (30/3) melayani arus liburan penumpang pejalan kaki dan kendaraan dari pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

Terkait insiden senggolan dua kapal saat akan berlabuh, Ferry Hendry Yamin, petugas keselamatan berlayar dan penjagaan patroli (PKBP) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni, saat dihubungi Cendana News, mengaku sudah mendengar insiden tersebut. Selanjutnya  anggota KSOP akan melakukan pemeriksaan terkait kondisi kedua kapal apakah masih layak jalan atau harus mengalami perbaikan.

“Sementara kapal memang tetap beroperasi kembali, karena senggolan hanya mengakibatkan body kapal pada buritan penyok,” terang Ferry Hendy Yamin.

Pelayanan kedua kapal yang berlabuh di dermaga I pelabuhan Bakauheni dan pelabuhan Merak, disebutnya masih berjalan normal. Kondisi cuaca di Selat Sunda dengan dominan angin kencang

Bripka Deden Rusyanto, petugas keamanaan KMP Mufidah dari Satpolair Polres Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
dan arus kuat disebut Ferry Hendry Yamin membuat nahkoda harus memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG.

Ia juga menyebut dalam kondisi arus kuat dan angin kencang, nahkoda harus selalu aktif berkomunikasi dengan petugas Ship Traffic Control (STC) di pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Pantauan Cendana News, pada libur Wafat Isa Almasih dan akhir pekan sekaligus libur Paskah kondisi pelayaran di pelabuhan Bakauheni meningkat dari hari normal.

Peningkatan terjadi pada kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang turun dari Pelabuhan Merak Banten. Demikian juga dengan penumpang pejalan kaki masyarakat yang akan melakukan liburan.

Lihat juga...