Puluhan Warga Karanganyar Protes Pembangunan Fasilitas Objek Wisata Kemuning

Editor: Irvan Syafari

SOLO — Puluhan warga Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, menggelar unjuk rasa di kawasan kebun teh Kemuning. Aksi yang mengatasnamakan Komunitas Peduli Lingkungan ini menolak adanya eksploitasi alam yang ada di kawasan tersebut.

Aksi yang dilakukan dengan berjalan dari kebun teh menuju kantor Kecamatan Ngargoyoso, memprotes keras adanya pekerjaan proyek pengembangan pembangunan sky bridge. Sebab, pengerjaan area parkir dan pengembangan lain yang berada di kawasan wisata kebun teh banyak merugikan warga. Selain kawasan wisata menjadi rusak, juga menimbulkan longsoran di jalan-jalan antar desa.

“Kami menolak pembangunan fasilitas objek wisata di sekitar Kemuning karena merugikan warga. Kebijakan adanya pembangunan fasilitas pendukung ini jelas berpihak kepada investor, bukan kepada warga,” papar Eko Wuryanto disela aksi, Selasa (27/2/2018).

Dalam orasinya, kebijakan yang dilakukan Pemerintah Desa maupun Kecamatan, yang membangun berbagai fasilitas di kawasan Kemuning hanya akan merusak alam.

Upaya memaksimalkan potensi wisata dengan membangun berbagai fasilitasnya justru merupakan tindakan eksploitasi alam yang berakibat dari merusaknya.

“Kita minta untuk eksploitasi alam ini dihentikan. Karena pekerjaanya tak kunjung selesai dan terkesan menelantarkan alam,” tekannya.

Sementara itu, Camat Ngargoyoso, Edi Sukiswandi setelah melakukan pertemuan dengan warga menjelaskan, jika akan mepertimbangkan ulang pembangunan fasilitas objek wisata tersebut. Tidak menutup kemungkinan, dia akan meminta pihak pengembang menghentikan pembangunan pengembangan fasilitas objek wisata tersebut.

“Setelah mendengar keluhan dan aspirasi dari warga, maka kami akan mempertahankan kebun teh, yang menjadi ikon objek wisata di Kemuning. Kami tidak tahu jika pembangunan parkir justru diprotes warga,” jawab Edi.

Lihat juga...