PS TNI Masih Belum Punya Mess di Bantul

Editor: Irvan Syafari

Yandri, Sekum PS TNI/ Foto: Sodik.

BANTUL –– PS TNI dipastikan bakal berpindah homebase ke Bantul. Namun kepindahan tim yang juga akan berganti nama menjadi PS Tira Bantul ini dipastikan mundur dari jadwal. Sebabnya, hingga saat ini tim milik TNI itu belum mendapatkan mess untuk pemain.

“Kami akan koordinasikan semuanya di Bantul sehingga kepindahan PS TNI bisa terealisasi,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PS TNI, Yandri, saat dikonfirmasi, Selasa (27/2/2018).

Tentara aktif berpangkat Kapten itu mengatakan, dalam waktu dekat ini manajemen direncanakan akan datang ke Bantul untuk memfinalisasi kepindahan The Army. Manajemen bakal menemui Muspida untuk menyelesaikan sejumlah ganjalan demi memuluskan kepindahan Manahati Lestussen dan kawan-kawan.

“Ada beberapa hal yang harus diselesaikan, salah satunya terkait tempat tinggal pemain, pelatih serta ofisial yang perlu dipastikan oleh manajemen. Dalam waktu dekat ini akan diselesaikan manajemen,” katanya.

Manajemen, ungkap Yandri, sudah memiliki ambaran calon lokasi yang akan digunakan sebagai mess pemain. Salah satunya di antaranya adalah Kusuma Homestay yang berada di Jalan Parangtritis.

Bahkan, homestay yang juga milik Bupati Bantul Suharsono itu sempat dicek fasilitasnya oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) TNI Letjen TNI Dodik Widjanarko.

Saat itu Dodik yang menjabat sebagai pembina PS TNI terkesan dengan fasilitas yang dimiliki homestay tersebut. “Biaya-biayanya masih dihitung. Kami ke Bantul untuk berbicara dengan sejumlah pihak agar bisa ditemukan jalan keluarnya,” ungkap pria yang juga wasit PSSI tersebut.

Selain mess tim, PS TNI sebenarnya masih memiliki PR lain yang harus segera diselesaikan. Di antaranya adalah melaksanakan hasil verifikasi yang dilakukan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) terhadap calon stadion yang akan digunakan tim ini, yakni Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

Stadion yang juga menjadi homebase Persiba Bantul ini mendapat cukup banyak catatan. Catatan-catatan itu harus dipenuhi agar Stadion Sultan Agung bisa menggelar pertandingan Liga 1.

“Rabu besok,  saya dan jajaran manajemen ke Bantul untuk membicarakan kekurangan kekurangan yang ada. Pokoknya sebelum Liga 1 dimulai kami sudah di Bantul,” pungkasnya.

Lihat juga...