Posdaya Sideman Ubah Pola Pikir Masyarakat di Bidang Lingkungan
Editor: Mahadeva WS
YOGYAKARTA — Mengubah pola pikir masyarakat ke arah yang lebih baik memang bukan sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. Terkadang upaya tersebut harus terhenti karena karakter dan perilaku masyarakat yang sudah terbentuk karena sudah tertanam sejak lama.
Hal itulah yang dirasakan Posdaya Sideman Asri di dusun Sideman, Giripeni, Wates, Kulonprogo, Yogyakarta. Upaya tidak mudah harus dilalui para pengurusnya untuk mengubah pola dan karakter masyarakatnya menghadapi lingkungan.

Meski begitu Posdaya Sideman Asri punya cara tersendiri mengatasi kendala tersebut. Pendekatan dengan menerapkan perubahan dari mulai yang terkecil dan sederhana sukses diterapkan untuk mengubah pola karakter masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
Pengurus Posdaya Sideman Asri sekaligus Kepala Dusun Sideman, Yustina menyebut, strategi yang diterapkan adalah mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kondisi lingkungan sekitar, lewat pendidikan sejak dini. Melalui Posdaya, Dibentuk sebuah sanggar sebagai tempat belajar bersama bagi anak-anak dusun.
“Anak-anak usia SD dikumpulan, untuk diberikan pengarahan mengenai pentingnya menjaga lingkungan” jelasnya.
Para pendamping maupun pegiat sanggar memberdayakan para pemuda dusun serta remaja masjid usia SMA. Selain biasa menggelar sejumlah kegiatan seperti outbond dan susur sungai, mereka juga kerap melakukan kunjungan ke tempat tertentu untuk menimba ilmu.
“Kondisi lingkungan menjadi salah satu permasalahan di dusun Sideman ini. Bahkan kita menjadi daerah penerima program kawasan tanpa kumuh dari pemerintah, karena masih banyaknya warga yang belum menyadari pentingnya menjaga lingkungan,” sebut Yustina.
Berada di wilayah pusat Ibukota Kabupaten Kulonprogo, Dusun Sideman memiliki kultur mirip permukinan di kota pada umumnya. Selain padat penduduk, wilayah Dusun Sideman juga dilewati sungai. Keberadaan kawasan sungai tersebutlah yang berpotensi menjadi wilayah kumuh.
“Kita memilih melakukan pemberdayaan pada anak-anak usia dini karena merekalah generasi yang akan memegang peranan penting selanjutnya nanti. Selain itu mereka lebih mudah kita bentuk dibandingkan saat melakukan pendekatan ke orang dewasa,” jelasnya.
Melalui anak-anak dan generasi muda itulah, diharapkan warga Dusun Sideman secara umum dapat menyadari sekaligus ikut mendukung upaya menjaga kondisi lingkungan di wilayahnya. Secara rutin anak-anak diajak berkeliling dusun untuk membersihkan sampah. “kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menemui warga yang tinggal di sekitar sungai untuk berdialog mengenai kebiasaan membuang sampah dan persoalan lingkungan lainnya,” jelas Yustina.
Secara perlahan, upaya tersebut kini mulai menampakkan hasil. Sejumlah warga yang sebelumnya membuang sampah dan kotoran di sungai mulai tergerak untuk merubah perilakunya. Bahkan muncul gerakan untuk tidak membuang kotoran di sungai.
Warga juga membentuk bank sampah. Serta melakukan perubahan tampilan di kawasan sekitar sungai yang sebelumnya kumuh, menjadi taman bermain anak lewat program kota tanpa kumuh dari pemerintah.
Meski mengalami pasang surut, namun Posdaya Sideman Asri terus berupaya konsisten memberdayakan wargan untuk menjaga kondisi lingkungan sekitarnya. Bagi Posdaya Sideman Asri, upaya pemberdayaan warga harus terus dilakukan, tanpa melihat hasilnya.