Perajin Ukir Batu di Sleman Kesulitan Bahan Baku
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Sejumlah pelaku usaha kerajinan ukir batu di Yogyakarta mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan baku di musim hujan seperti saat ini. Hal itu membuat proses produksi kerajinan hiasan taman seperti patung, relief, ornamen maupun kaligrafi menjadi tersendat.
Salah satunya seperti diungkapkan perajin ukir batu, Maryoto, warga desa Jogotirto, Kecamatan Brebah, kabupaten Sleman. Sejak beberapa waktu terakhir, lelaki 40 tahun ini mengaku kesulitan mendapatkan batu putih yang merupakan bahan baku utama usaha kerajinannya.
“Saya biasa mendatangkan bahan baku berupa batu putih dari daerah Gunungkidul. Kendalanya saat musim hujan seperti saat ini, bahan agak sulit didapat. Akibatnya, pasokan menjadi tersendat, dan produksi pun harus tertunda,” katanya, Selasa (13/2/2018).
Maryoto mengaku sudah memesan bahan baku berupa batu putih sejak Desember 2017, lalu. Namun, barang baru dikirim pada Februari 2018 ini. Menurutnya, saat musim hujan, proses penambangan batu putih sulit dilakukan, sehingga membuat ketersediaannya berkurang.
“Meski sulit didapat, namun harganya masih tetap stabil. Untuk bahan baku batu putih di DIY memang paling banyak hanya ada di Gunungkidul. Untuk wilayah lain seperti Sleman, tidak ada. Hanya ada batu breksi, namun kualitasnya berbeda,” katanya.
Untuk mengatasi kendala ketersediaan bahan baku di musim penghujan, menurut Maryo, salah satu cara yang bisa dilakukan hanya memperbanyak stok. Hanya saja untuk bisa menambah stok bahan baku membutuhkan modal yang tidak sedikit.
“Sebenarnya bisa stok banyak sebelum musim penghujan tiba. Tapi, kadang modalnya yang tidak ada,” ujarnya.
Selama hampir 7 tahun lebih menggeluti usaha kerajinan ukir batu, bapak tiga anak ini, mengaku hanya menggarap ukiran seperti patung, relief atau pun ornamen hiasan taman, jika mendapat pesanan. Modalnya pun juga hanya berasal dari uang muka sang pemesan.
“Kita tidak berani menyetok bahan dalam jumlah banyak. Karena kita memproduksi kerajinan jika ada pesanan saja. Kalau menyetok bahan, takutnya uang tidak bisa berputar alias mandek,” katanya.