Pemprov DKI Luncurkan KJT OK OCE Laku Pandai untuk Toko Kelontong
Editor: Irvan Syafari
JAKARTA —- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan sudah meluncurkan OK OCE laku pandai untuk mengangkat derajat para pedagang kecil toko kelontong untuk bisa bergabung di era teknologi dan keuangan inklusif ini. Dengan gabungnya para pedagang toko kelontong, mereka akan mendapatkan akses keuangan.
Menurutnya, dengan bergabung di OK OCE, mereka bisa meningkatkan akses keuangan sebanyak 20 persen di Jakarta untuk tahun-tahun ke depan. Tak hanya itu, bisa menciptakan lapangan pekerjaan 1 sampai 1,5 persen.
“Upaya kita untuk mengangkat derajat dari pedagang kecil toko kelontongan. Mereka harus mendapatkan akses keuangan. Data kita menunjikan, kalau kita bisa meningkatkan akses keuangan sebanyak 20 persen di Jakarta untuk tahun-tahun ke depan,” kata Sandiaga di Jakarta Creative Hub, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).
Dengan program ini, kata Sandi, bisa langsung dirasakan masyarakat untuk penciptaan lapangan kerja peningkatan pemberdayaan daripada toko kelontong pedagang kecil.
“Kami ingin ini adalah program yang bisa langsung dirasakan masyarakat untuk penciptaan lapangan kerja peningkatan pemberdayaan dari pada toko kelontong pedagang kecil,” ujarnya.
Dia mengungkapkan alasannya kenapa memilih Jakarta Pusat karena banyak perdagangan yang bisa masuk di sistem Laku Pandai.
Selain itu Ketua Komunitas Jakarta Tersenyum OK OCE Ivan Darmawan mengatakan ini bisa menarik perhatian para pedagang kelontong untuk menabung tanpa harus ke bank.
“Jadi nanti dari binaan-binaan OK OCE di sekitar toko kelontong, yang tadinya mungkin malas ke bank untuk menabung Rp50.000, dengan adanya EDC BNI ini, dari laku pandai nanti bisa menabung di situ,” ucap Ivan ditempat yang sama.
Lanjut Ivan, tak hanya bisa menambung di Bank saja para toko kelontong ini bisa juga menyediakan perdagangan seperti isi Elektronik Toll card, pembayaran kredit, pembayaran listrik PLN, pembayaran telepon genggam pulsa layaknya PPOB hingga menabung.
Kemudian Ivan mengatakan saat ini baru terdapat sebanyak 40 toko kelontong yang bergabung dari lima wilayah yang berasal dari DKI Jakarta. Lalu menurutnya yang terbanyak berasal dari wilayah Jakarta Barat. Dia menargetkan bisa mencapai sebanyak 500 toko kelontong.
“Target kita Insha Allah, mudah-mudahan dalam pertengahan tahun ini kita bisa mencapai 500 toko kelontong,” ucapnya.
Sementara Kepala OJK Regional I DKI Jakarta-Banten Bambang Widjanarko menngatakan bahwa program ini realisasi program Laku Pandai milik OJK. Bertujuan untuk memperluas akses keuangan kepada masyarakat, termasuk kepada pedagang toko kelontong.
“Agar masyarakat ini dengan akses itu bisa kesempatan berusahanya menjadi tinggi sehingga meningkatkan kesejahteraan pada akhirnya” kata Bambang ditempat yang sama.
Dia juga mengapresiasi Pemprov DKI dan komunitas hingga lembaga keuangan serta Pusindo yang telah merealisasikan semacam gerakan laku pandai.
“Kami dari OJK, Pemprov dan lembaga keungan dan komunitas khususnya komunitas OK OCE yang sudah merealisasikan. Ini hanya bagian kecil, nanti saya kira gerakan Oke OCE dan inklusi keuangan bisa berlanjut dengan program dari pemprov.