Nelayan Sikka Butuh Dilatih Water Rescue

Editor: Mahadeva WS

MAUMERE – Nelayan di Kabupaten Sikka diharapkan bisa mendapatkan pelatihan penyelematan di laut. Pelatihan diharapkan bisa dilakukan saat digelar pelatihan pertolongan atau penyelamatan yang dilakukan oleh SAR Mauemere. 

Sekertaris Daerah (Sekda) kabupaten Sikka dr.Valens Sili Tupen menyebut nelayan adalah orang yang sering berada di tengah laut. Sehingga kemampuan untuk melakukan pertolongan di tengah laut akan menjadi sebuah kemampuan positif.

“Pada umumnya masalah–masalah yang terjadi di laut atau kecelakan yang terjadi di laut pertolongan pada awal dilakukan oleh nelayan yang belum pernah juga mendapat informasi memadai. Mereka harus lebih banyak dilibatkan dalam pelatihan semacam ini,” tandas Valens saat membuat pelatihan SAR Pertolongan di Air (Water Rescue), Senin (19/2/2018).

Sementara itu di agenda Pelatihan Potensi SAR Pertolongan Water Rescue kali ini hanya 2 nelayan saja yang ikut. Hal tersebut memberikan rasa kecewa Valens yang menilai saat melakukan pertolongan pertama kali di tengah laut, yang melakukan adalah nelayan karena mereka setiap melaut.

Valens meminta agar nelayan yang mengikuti kegiatan pelatihan kali ini agar menularkan ilmu yang didapat kepada teman–temanya. Hal tersebut disebutnya akan menjadi modal yang baik ketika dihadapkan pada kejadian kecelakaan di tengah laut.

Dengan ilmu yang dimiliki, pertolongan pertama yang diberikan diyakininya dapat berjalan sesuai tahapan dan prosedur yang berlaku. “Pelatihan ini merupakan momen untuk mempersiapkan diri kita supaya manakala ada kejadian yang tidak kita harapkan terjadi maka kita memang sudah tahu dan sudah menyiapkan diri dalam rangka tanggap darurat untuk menghadapi bencana,” sebutnya.

Pengalaman menunjukan, kadang orang hadir saat bencana tetapi tidak mengetahui apa yang harus dilakukan secara baik dan benar. Jika tidak mengetahui tahapan apa yang harus dilakukan, maka tidak akan bisa memberi pertolongan apapun.

Kepala Kantor SAR Sikka, Ida Bagus Surya Wirawan mengatakan, pelatihan kali ini fokus digelar untuk materi teknik penanganan korban yang mengalami cedera dan cara memberikan pertolongan di air. Sasaran pelatihan adalah potensi SAR yang berada di wilayah kerja Kantor Pencarian dan pertolongan kelas B Maumere.

Kegiatan pelatihan dilakukan untuk mempersiapkan SDM yang handal khususnya potensi SAR yang dapat membantu  dalam penanganan kecelakaan penerbangan, bencana dan kondisi yang membahayakan manusia. “Melalui pelatihan potensi pencarian dan pertolongan SAR bidang water rescue kita tingkatkan profesionalisme dan sinergisitas guna pelayanan jasa SAR yang cepat, tepat, handal dan aman,” tandasnya.

Lihat juga...