Musim Barat, Sejumlah Pantai di Bali Penuh Sampah

Editor: Koko Triarko

BADUNG– Akibat musim angin barat dan hujan, sejumlah pantai di kawasan Bali dipenuhi sampah, yang kebanyakan berupa plastik dan kayu, yang terbawa arus sungai ke tengah laut sebelum akhirnya terbawa ke pinggir pantai lagi.

Seperti yang terlihat di pantai Kedonganan ini, sampah menumpuk di sepanjang pantai Kelan hingga pantai Jimbaran. Kondisi ini tentu sangat mengganggu bagi warga sekitar pantai, termasuk bagi para wisatawan yang sedang berlibur di salah satu pantai indah di Bali ini.

Rohili, nelayan yang tinggal di Kedonganan, mengaku risih dengan pemandangan sampah tersebut yang terjadi setiap hari. “Pemandangan seperti ini sudah terjadi sejak musim angin barat dan hujan, Mas. Ya, kurang lebih sekitar dua bulan terakhir ini sampah mulai menumpuk di pinggir pantai”, ucap pria asli Banyuwangi ini saat ditemui di Pantai Kedonganan Rabu, (7/2/2018).

Ia berharap kepada pemerintah, dalam hal ini dinas lingkungan setempat, lebih optimal menangani hal tersebut, mengingat pantai di Bali salah satunya di pantai Kedonganan ini merupakan tempat wisata yang menjadi daya jual bagi para wisatawan.

“Kami tahu pemerintah sudah berusaha untuk mengurangi volume sampah. Tapi, lebih ditingkatkan lagi”, tuturnya.

Rohili, nelayan di Pantai Kedonganan yang merasa terganggu akibat banyaknya sampah kiriman di Pantai Kedonganan. -Foto: Sultan Anshori.

Sampah yang menumpuk di sepanjang pantai di selatan Bandara Ngurah Rai tersebut, bukan hanya menganggu pemandangan. Melainkan juga menganggu aktivitas nelayan yang ada di pantai Kedonganan. Dengan banyaknya sampah di pinggir pantai, sering mengenai baling-baling mesin dan tidak jarang pula bisa merusaknya.

Terpisah, Kepala Dinas LHK Badung, mengaku saat ini penanganan sampah kiriman yang memenuhi sejumlah pantai di Badung hingga kini masih menjadi prioritas utama. Sejumlah pantai yang kini darurat sampah adalah Pantai Kedonganan, K-Land, dan Nusa Dua. Untuk menanggulangi masalah sampah ini, pihaknya sudah mengerahkan 700 personel.

“Kami fokus pada pembersihan pantai. Kita ketahui bersama, wisatawan banyak yang menghabiskan waktu liburnya di pantai, termasuk di pantai Kedonganan. Kami upayakan sampahnya cepat dibersihkan dan dikumpulkan pada setiap pos, setelah itu baru diangkut ke TPA. Tapi, mau bagaimana lagi? Kami bersihkan besok pasti datang lagi. Karena itu, sebelumnya kami sudah mengeluarkan status darurat sampah”, ucap I Putu Eka Merthawan, saat dihubungi Cendana News.

Merthawan juga menambahkan, penanganan sampah kiriman sejak November 2017 lalu hingga saat ini Rabu, (7/2/2018), mencapai 6.851 ton. Sampah terbanyak ada di Kuta Selatan. Dari total ribuan ton sampah itu, 2.750 ton di antaranya sudah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar.

Selain fokus menangani masalah sampah laut,  kini pihaknya juga menangani badai pasir di Kuta, Badung. Angin kencang yang terjadi beberapa hari belakangan menyebabkan Jalan Raya Kuta dipenuhi pasir. Pasir-pasir itu diterbangkan angin dan menumpuk di jalan raya.

“Kami juga sudah menerjunkan puluhan personel dari intansi kami untuk itu. Penanganan lebih difokuskan ke Jalan Raya Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak, karena ketiganya merupakan tujuan wisata paling banyak dikunjungi”, katanya.

Meski demikian, menurutnya, kejadian sampah dan badai pasir merupakan masalah tahunan yang harus dihadapi saat angin barat tiba. Untuk  material sampah yang menumpuk di pinggir pantai tetap didominasi oleh sampah kayu dan gelas bekas air mineral dan sampah hasil manusia lainnya.

Lihat juga...