Bupati Lombok Utara: Mata Air Harus Dijaga Kelestariannya
Editor: Koko Triarko
LOMBOK UTARA – Air memiliki peranan penting dalam menunjang kehidupan manusia sebagai kebutuhan utama. Tanpa air, manusia, hewan serta tumbuh- tumbuhan tidak akan bisa hidup, karena itu harus dijaga kelestariannya.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kabupaten Lombok Utara, Najmul Ahyar, di acara penghijauan sumber mata air di sumber mata air Jong Planga, Desa Persiapan Selelos, Rabu (7/2/2018).
“Selain banyak memanfaatkan keberadaan air, masyarakat juga harus menjaga dan memastikan supaya sumber dan mata air bisa tetap terjaga, terutama di kawasan hutan yang melakukan fungsi resapan”, kata Ahyar.
Salah satu caranya, dengan menjaga kelestarian hutan, dengan menanam pohon yang berfungsi melakukan resapan, terutama di kawasan hutan, termasuk dengan tidak melakukan pembalakkan liar di kawasan hutan .
Ia berharap, kegiatan penghijauan melestarikan alam bisa terus dilakukan, melibatkan partisipasi masyarakat, dan supaya kegiatan penghijauan bukan hanya sebuah simbolik, ditanam kemudian ditinggalkan, tapi dijaga dan dipelihara.
“Mari kita membangun kesadaran, bahwa air pada akhirnya akan habis, bila hanya digunakan saja, untuk itu mari bersama-sama rutin menanam pohon dan terus menjaga kelestariannya”, harapnya.
Ditambahkan, terkait menjaga kelestarian lingkungan, dirinya masih teringat pesan mantan Menteri Lingkungan Hidup Prof. Emil Salim, bahwa alam bukan warisan nenek moyang kita, tapi titipan untuk anak cucu kita’. “Jadi, kita berkewajiban untuk memelihara alam titipan dari anak cucu kita”, katanya.
Direktur PDAM, Lombok Utara, Raden Waliadin, mengatakan, penghijauan sumber mata air dimulai awal Desember 2017, bertujuan untuk menjaga dan melestarikan sumber air yang potensial di Lombok Utara.
“Melalui kegiatan penghijauan, kita ingin mengembalikan fungsi hutan sebagai tangkapan atau resapan air dengan menanam berbagai jenis pohon, termasuk pohon beringin, gatep dan ancak”, katanya.