Longsor di Borobudur Akibatkan Dua Rumah Rusak
TEMANGGUNG – Bencana tanah longsor di Dusun Ngaglik, Desa Giritengah, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (11/2/2018) mengakibatkan dua rumah rusak dan seorang mengalami luka-luka.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Korban luka atas nama Ningsih (60) yang mengalami luka di bagian kepala dan saat ini mendapat perawatan di Puskesmas setempat. “Longsor terjadi setelah terjadi hujan lebat di kawasan tersebut,” tandasnya, Minggu (11/2/2018).
Minggu (11/2/2018), di kawasan Desa Giritengah dan sekitarnya terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak pukul 14.00 WIB. Hujan turun hingga Minggu petang menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor. “Longsor juga mengakibatkan sebagaian akses jalan desa tertutup,” katanya.
Lokasi longsor yaitu di Dusun Banar, Desa Deangan, Kecamatan Mertoyudan dan di Dusun Tukung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari. Longsor di Dusun Banar berupa tebing setinggi empat meter dengan panjang 15 meter. Longsor menyebabkan tertutupnya sebagian akses jalan dan menutup saluran air sehingga terjadi luapan ke badan jalan.
Ketebalan material longsoran antara 20 hingga 30 centimeter dengan panjang material longsoran 10 meter. “Material longsoran cukup membahayakan pengguna jalan,” tandasnya.
Sementara itu longsor di wilayah Ngemplak terjadi di sebuah tebing setinggi 25 meter dengan panjang 12 meter. Longsoran menyebabkan sebagian rumah milik Slamet (35) rusak ringan pada bagian kandang. Untuk menyingkirkan material longsor, warga bersama relawan akan melakukan kerja bakti pada Senin (12/2/2018) pagi. (Ant)