Kuatkan Pemahaman Sejarah, TNI AD Gelar Rakornis di Yogyakarta
Editor Koko Triarko
YOGYAKARTA – Sebagai upaya peningkatan serta pengembangan SDM terkait kesejarahan, jajaran TNI Angkatan Darat menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Kesejarahan TNI Angkatan Darat 2018 selama dua hari di Museum Dharma Wiratama TNI AD Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta, Rabu-Kamis (21-22/2/2018)
Dibuka dengan acara renungan sejarah pada Selasa (20/2/2018) malam, kegiatan ini diikuti82 perwakilan Komando Daerah Militer (Kodam) di seluruh Indonesia, mulai dari Kodam Iskandar Muda Aceh hingga Kodam Cenderawasih Papua.
Kabag Koleksi dan Pameran Badan Pelaksana Museum Pusat TNI AD, Letkol Haris, mengatakan rakernis digelar rutin sebagai upaya penguatan terhadap sejarah pendirian TNI, khususnya Angkatan Darat bagi seluruh jajaran anggota.
“Tentara harus tahu sejarah. Karena sejarah merupakan roh. TNI didirikan dan tumbuh karena perjuangan. Karena itu, sejarah sangat melekat. Tentara kita berani mati dan rela berkorban, karena kita bukan tentara bayaran seperti di Amerika, sehingga mengenal sejarah sangat penting,” katanya.

Pada 2018 ini, Rakernis sengaja digelar di Yogyakarta, karena merupakan kota yang menjadi pusat perjuangan TNI. Dengan digelarnya rakernis di Yogyakarta, diharapkan seluruh jajaran anggota mampu menyelami sejarah TNI AD.
“Apalagi, di tengah situasi proxy war seperti saat ini, prajurit harus memiliki jati diri dan karakter. Semua itu bisa didapat jika prajurit mengenal sejarah. Sejarah itu harus benar, tidak boleh salah, sehingga dapat menjadi inspirasi,” katanya.
Dihadiri Kepala Dinas Sejarah TNI AD, Brigjen TNI Djasar Djamil, agenda rakernis bertema ‘Menanamkan Nilai-nilai Perjuangan Dalam Membangun Karakter Bangsa Demi Persatuan dan Kesatuan’, diawali dengan malam renungan.

Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh di antaranya kolektor miniatur sejarah perang terbesar di Indonesia sekaligus Dewan Penasehat Memorial Jenderal Besar HM. Soeharto, Soeharjo Soebardi, serta berbagai elemen dari TNI, Polri, veteran pejuang, komunitas sejarah, komunitas lintas agama maupun masyarakat umum.
Baca: Koleksi Miniatur Sejarah Perang, Soehardjo: Belajar dari Sejarah Agar tidak Terulang
Bangkitkan Nasionalisme, Mercu Buana Gelar Even ‘Back to War’
Sementara pada hari kedua, dilakukan peninjauan Museum Dharma Wiratama TNI AD, dilanjutkan rapat koordinasi. Sedangkan pada hari ketiga esok, akan dilakukan napak tilas sejarah dengan bersepeda, melewati lokasi bersejarah di Yogyakarta.