‘Gelar Beach Clean Up’ Peringati Hari Sampah Nasional di Flores
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Bank Sampah Flores bekerja sama dengan Maumere Snorkeling Community dan para relawan sampah termasuk wisatawan asing melakukan aksi Beach Clean Up, aksi bersih pantai dari sampah.
“Dalam gerakan bersih pantai ini kami melibatkan 16 orang relawan, 11 orang di antaranya wisatawan asing yang menginap di tempat kami. Mereka berasal dari berbagai negara yang juga suka snorkeling di Teluk Maumere,” ujar Wenefrida Efodia Susilowati, Rabu (21/2/2018).
Direktur Bank Sampah Flores ini menjelaskan, dari aksi bersih-bersih tersebut dipungut 400 kilogram sampah yang terdiri dari sampah-sampah plastik, botol kaca, kaleng bekas minuman dan juga obat nyamuk yang bertebaran di pesisir pantai.
“Padahal, kami hanya lakukan aksi bersih-bersih di sepanjang pantai Paris Lokaria saja, dekat kantor Bank Sampah Flores. Saat musim hujan banyak sekali sampah yang terbawa ke laut akibat dibuang sembarangan di saluran dan jalan raya,” ungkapnya.

Cristine Sorg, asal Jerman, mengatakan, selama berkeliling dunia dirinya hanya menemukan di Bank Sampah Flores program penanganan sampahnya holistik dan bersinergi. Ada edukasi yang dilakukan di sekolah-sekolah dan di kelompok masyarakat.
“Anak-anak sekolah juga diajarkan tentang mengolah dan mendaur ulang sampah, terutama sampah plastik. Mereka juga diajari mengumpulkan sampah dan menabung sampah dan dibeli oleh Bank Sampah Flores,“ sebut Cristine.
Di Indonesia, kata Cristine, sampah masih berserakan di mana-mana termasuk di Flores ini. Pengolahan sampah belum terkodinir dengan baik. Dirinya belum menemukan selain di Bank Sampah Flores, yang memulai dengan edukasi hingga proses daur ulang sampah plastik.
Hal senada juga disampaikan Ellie Arnold dari Amerika Serikat, yang mengatakan, jika dirinya belum pernah mengalami seperti selama menginap di Pante Paris Eco Lodge Maumere, di mana wisatawan asing juga diajak untuk memungut sampah.
“Saya juga senang di sini ada program Refill My Bottle, di mana disiapkan air isi ulang sehingga wisatawan tidak perlu membeli air terus-menerus, sehingga penggunaan botol plastik pun bisa ditekan,” ungkapnya.