Gandeng Murdoch University, Fisipol UGM Buka Program Gelar Ganda

Editor: Irvan Syafari

YOGYAKARTA — Bekerjasama dengan Murdoch University, Australia, Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) UGM membuka program gelar ganda (double degree) untuk prodi S2 Hubungan Internasional.

Program gelar ganda ini rencananya akan segera dibuka pendaftarannya pada pertengahan tahun ini. Mahasiswa yang diterima dalam program ini akan berkesempatan mengenyam kuliah di UGM dan di Murdoch University.

Ketua Departemen Hubungan Internasional, Fisipol UGM, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro dalam joint research workhsop hasil kerjasama Fisipol UGM dan Murdoch University, yang berlangsung di ruang seminar University Club (UC) UGM, mengatakan begitu lulus mahasiswa nantinya akan mendapat dua gelar dari UGM dan Murdoch University.

Meski belum menyebutkan jumlah mahasiswa yang akan diterima dalam program double degree ini, Nur rachmat memastikan program ini akan dibuka pada pertengahan tahun ini sesuai dengan jadwal penerimaan mahasiswa baru di UGM.

“Kita pastikan tahun ini sudah dibuka,” ujarnya.

Dikatakan, tawaran peluang kerjasama program gelar ganda ini datang dari Murdoch University untuk mengajak kerjasama dalam peningkatan pembelajaran prodi S2 hubungan internasional.

Bagi mahasiswa yang akan mengambil program double degree ini menurut Nur akan mebrikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menimba ilmu yang lebih luas terkadit dalam politik internasional.

“Mereka memandang S2 HI UGM sudah cukup pantas diajak kerja sama, tentu bagi kami ini kesempatan sekaligus membuka kerja sama yang lebih luas,” ujarnya.

Persipan pembentukan program double degree untuk program master prodi Hubungan Internasional ini sendiri sudah dilakukan sejak dua tahun silam. Namun setelah dilakukan berbagai bentuk penandatanganan kerjasama akhirnya bisa terealisasi tahun ini.

Selain kerjasama dalam pendidikan, kata Nur, Murdoch University juga membuka peluang kerja sama joint research atau penelitian bersama.

“Mereka memiliki lembaga Asia Research Center, mereka mengajak peneliti dari Fisipol UGM untuk bergabung karena banyak penelitian yang mereka lakukan ada hubungannya dengan sosial politik di Indonesia,” katanya.

Peluang kolaborasi riset ini menurut Nur akan membuka kesempatan bagi kedua belah piohak untuk melakukan publikasi bersama di jurnal internasional.

Lihat juga...