DKK Balikpapan Terus Lakukan Vaksinasi Cegah Difteri
Editor: Koko Triarko
BALIKPAPAN — Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, terus melakukan vaksin Difteri kepada seluruh sekolah di Balikpapan. Jumlah sekolah yang telah dilakukan vaksinasi sekitar 200 sekolah.
Vaksin difteri akan terus berlanjut, dari usia 1 hingga 19 tahun, mengingat Balikpapan masih dinyatakan Keadaan Luar Biasa (KLB) sejak awal Januari 2018. Bahkan, jumlah kasus terus bertambah, yaitu tiga kasus positif kultur difteri, dan 22 kasus positif mikroskopis atau suspect difteri.
“Kalau yang positif mikrokopis memang tersebar di semua kecamatan, tapi yang tiga positif difteri itu berada di kecamatan Timur dan Barat. Makanya, kita penanganannya terus melakukan vaksin kepada anak usia sekolah,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina JPP, Senin (12/2/2018).
Pelaksanaan vaksin dilakukan di daerah yang ditemukan pasien positif, yaitu di Barat dan Timur. Namun, nantinya secara keseluruhan sekolah dilakukan vaksin juga secara bertahap.
“Kita mulai dari Timur dan Barat, berkaca dari kasus kultur positif. Tapi, bukan berarti hanya di situ. Semua kami vaksin, kan semua ada kasus mikroskopis,” sebutnya.
Ketika disinggung mengenai pengadaan vaksin untuk usia 5 dan 7 tahun, Balerina mengaku saat ini vaksin untuk usia tersebut sudah tersedia. Hanya saja, karena ruang penyimpanan terbatas, maka permintaan dilakukan secara bertahap.
“Stok vaksin bagus, karena kita tempat penyimpanan kecil, jadi bertahap. Yang jelas yang dibantu 1-19 tahun, sedangkan usia 5 sampai 7 tahun vaksinnya sudah ada, jangan khawatir kami masih bisa menyediakan dengan bantuan dari pemerintah pusat,” ucap Balerina.
Vaksinasi dilakukan dalam beberapa tahap, yakni untuk usia 1 hingga 5 tahun mendapatkan vaksin DPT HB Hib, usia 5 hingga 7 tahun vaksin DT, dan 7 hingga 19 tahun vaksin Td.
Dia mengaku, masih ada masyarakat yang tidak mau melakukan vaksin, namun pemerintah telah berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya difteri dan bila terinfeksi.
“Kami tak bisa paksakan juga kalau ada yang tidak mau, mau bagaimana lagi? Sementara pemerintah sudah menyampaikan, bagaimana bahaya difteri dan jika terinfeksi. “Mau bagaimana lagi? Sosialisasi sudah,” tegasnya.
Selain melakukan vaksin pada sejumlah sekolah dan usia 1-19 tahun, Balerina mengimbau kepada masyarakat agar menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan hal yang mudah, seperti mencuci tangan sebelum makan dan lainnya.
“Pastinya kami selalu tekankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan sebelum makan. PHBS ini adalah hal yang harus dijaga sehingga dapat terhindar dengan menjaga kebersihan,” ujarnya.