FTP UB Dorong Munculnya Inovator Muda

Editor: Koko Triarko

Wakil Dekan III UB, Yusuf Hendrawan. -Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Saat ini, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas  Brawijaya (FTP UB) bertekad untuk dapat terus mencetak inovator-inovator muda, khususnya di bidang pertanian. Berbagai upaya pendampingan terus dilakukan pihak fakultas untuk mewujudkan harapan tersebut. 

“Kami dari Fakultas punya tanggung jawab untuk mengembangkan mahasiswa dengan mendukung berbagai kegiatan mereka, utamanya dalam menciptakan inovasi-inovasi baru yang bermafaat bagi kehidupan,” jelas Wakil Dekan III FTP UB, Yusuf Hendrawan, usai menghadiri acara ‘International Youth Scientific Meeting’ (IYSM) di Aula FTP, Senin (12/2/2018).

Yusuf menjelaskan, di FTP sudah sejak lama memiliki sebuah lembaga mahasiswa, yakni Agritech Research and Study Club (ARSC) yang berfungsi untuk memfasilitasi mahasiswa yang ingin berinovasi, salah satunya dengan membuat sebuah acara untuk membuka ide inovatif mahasiswa.

Ketika mereka sudah punya ide, katanya, mereka diajarkan membuat proposal yang didampingi oleh staf ahli dari fakultas. Setelah ide dan proposal dibuat dengan baik, kita carikan mereka pendanaan, misalkan dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)  atau dari kompetisi-kompetisi lainnya.

Ketika mereka sudah mendapatkan pendanaan dari kompetisi-kompetisi tersebut, dananya kemudian mereka gunakan untuk mengembangkan lagi produknya untuk kemudian mengikuti kompetisi lainnya.

“Nanti masalah mereka menang di kompetisi tersebut, semua dananya untuk mereka semua untuk mengembangkan produknya lagi sampai mereka bisa menjadi usahawan sukses dengan menjual produknya sendiri,” jelasnya.

Karena, menurut Yusuf, fungsi dari fakultas adalah untuk mendampingi dan memfasilitasi mulai dari mahasiswa menghasilkan ide inovasi, kemudian mendampingi mereka bagaimana mencari dana. Mendampingi bagaiman cara mereka membuat proposal yang baik dan mengajukan proposal sampai akhirnya bisa didanai.

“Jadi, di sini kami hanya mendampingi mereka bagaimana cara untuk mencari dana, bukan memberikan dana. Karena kalau kita memberikan dana, artinya kita memberikan sesuatu yang instan, dan ini menjadi sesuatu yang kurang baik bagi mahasiswa, “ucapnya.

Lebih lanjut, Yusuf menyampaikan, bila ada sinergitas antara institusi dan mahasiswa, ia yakin FTP UB bisa mencetak inovator-inovator muda dari mahasiswa. Karena, menurutnya, mahasiswa sebenarnya orang yang pandai,  hanya saja mereka tetap perlu diarahkan dan mereka perlu dana untuk dikembangkan.

Yusuf juga berharap, agar mahasiswa FTP UB jangan hanya bisa menjadi inovator saja, tapi bagaimana cara menghilirisasi dan mengkomersialkan produk-produk mereka ke masyarakat umum.

“Jadi, sekarang kami ada kerja sama dengan Badan Usaha Akademik (BUA)  dan  inkubator bisnis UB, bagaimana cara menghilirisasi produk mahasiswa supaya nanti ketika mereka lulus kuliah bisa menjadi usahawan sukses, sesuai dengan visi UB, yakni menjadi World Class Entrepreneurrial University,” pungkasnya.

Lihat juga...