Disdik Mataram Berharap, Dana Aspirasi Dewan Dialihkan Dukung UNBK
MATARAM – Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyarankan agar dana aspirasi anggota dewan dapat dialihkan untuk mendukung penyediaan fasilitas ujian nasional berbasis komputer.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Sudenom, mengatakan, bila dana aspirasi dewan dapat diarahkan untuk pengadaan fasilitas UNBK hal itu secara bertahap bisa membuat semua sekolah di kota setempat menjadi peserta UNBK.
“Untuk memasifkan sekolah menjadi peserta UNBK, kita memang membutuhkan dukungan dari pihak luar, termasuk dewan, sebab tidak ada anggaran khusus yang tersedia untuk pengadaan fasilitas UNBK,” katanya, Selasa (6/2/2018).
Sudenom mengakui, selama ini memang ada dana aspirasi dewan yang diarahkan ke bidang pendidikan, namun masih satu atau dua anggota dewan, sedangkan pada umumnya dana tersebut rata-rata diarahkan untuk perbaikan fisik dan pengadaan “mebeler”.
“Yang kita harapkan, agar semua anggota dewan mengarahkan sebagian dana aspirasinya untuk mendukung pengadaan fasilitas UNBK,” ujarnya.
Terkait dengan belum lengkapnya fasilitas UNBK di semua sekolah, pihaknya mengeluarkan kebijakan tidak memaksa sekolah menjadi peserta UNBK Tahun Ajaran 2017/2018.
“Bagi sekolah yang sudah merasa siap dan mampu melaksanakan UNBK silahkan, tapi bagi sekolah yang belum kami tidak akan paksa,” katanya.
Ia mengatakan, secara nasional pelaksanaan UNBK tidak diwajibkan sehingga UNBK boleh dilaksanakan bagi sekolah yang sudah memiliki kesiapan dan fasilitas pendukung.
Namun, sekolah yang belum memiliki fasilitas pendukung tetap bisa melaksanakan ujian nasional kertas pensil (UNKP) sesuai dengan kemampuan.
Apalagi, katanya, sejauh ini jajaran sekolah sudah trauma dengan kasus mantan Kepala SMPN 6 Mataram yang terindikasi melakukan pungutan liar untuk mendukung pelaksanaan UNBK.
“Karena itu, kami tidak ingin memaksa sekolah menjadi peserta pelaksana UNBK, dengan melakukan pungutan-pungutan di luar ketentuan untuk memenuhi kebutuhan standar UNBK,” katanya.
Menyinggung tentang persiapan ujian nasional, Sudenom menyebutkan bahwa sekarang siswa kelas VI SD dan kelas III SMP sedang melaksanakan uji coba sebagai persiapan pelaksanana ujian nasional.
Untuk sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional dengan sistem UNBK, katanya, melaksanakan uji coba ujian juga dengan sistem UNBK. Hal demikian juga untuk sekolah yang melaksanakan UNKP.
“Try out ini dimaksudkan sebagai evaluasi sejauh mana siswa menguasai mata pelajaran yang akan diujikan saat ujian nasional, sehingga sekolah bisa melakukan pengayakan lebih maksimal,” katanya. (Ant)