23 Perupa Tujuh Negara Pameran di Borobudur

Ilustrasi pameran seni rupa – Dokumentasi CDN

BOROBUDUR – Sebanyak 23 perupa dari tujuh negara menggelar pameran karya bertema Sharing Goodness and Happiness di Rumah Seni Rupa Tuksongo kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pameran digelar selama satu bulan mulai 24 Februari hingga 24 Maret 2018.

Pengelola Rumah Seni Tuksongo Borobudur Deddy PAW mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bagian dari agenda tahunan pameran seni rupa yang diselenggarakannya dengan nama Small Thing, Great Meaning. Penyelenggaraan di 2018 ini menjadi pelaksanaan untuk tahun ketiga.

“Pameran untuk tahun ini, telah disiapkan sejak sekitar delapan bulan lalu. Untuk persiapan kami libatkan kawan-kawan seniman sekitar Candi Borobudur,” ungkapnya, Sabtu (24/2/2018).

Para perupa yang berpameran di Sharring Goodness and Happiness, antara lain berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Laos, China, Mesir, dan Jerman. Sedikitnya 69 karya dipamerkan di rumah seni rupa yang letaknya sekitar dua kilometer sebelah barat Candi Borobudur tersebut.

Karya yang dipamerkan terdiri atas 54 lukisan dan 15 patung. Deddy yang juga pelukis dengan ciri khas apel menyebut, berbagai karya yang dipamerkan, memiliki aliran realis, surealis, dan ekspresionis. Pembukaan pameran dilakukan oleh Direktur Art Xchange Gallery Singapura Benny Oentoro dan pidato tentang perkembangan terkini seni rupa dunia oleh kolektor lukisan dan sekaligus pemilik OHD Museum Kota Magelang Oei Hong Djien.

Tema pameran pada 2018 berupa karya lukisan berukuran relatif kecil, yakni 90×90 centimeter, sedangkan pada dua kali pameran serupa sebelumnya berukuran 60×60 centimeter. “Sebagai pemaknaan bahwa tradisi kecil itu indah, berbagai kebaikan dan kebahagiaan itu penting, memberi makna yang dalam, meskipun kesannya hanya kecil atau sederhana. Hal yang wujudnya kecil atau sederhana itu juga muncul dari ide-ide yang besar dan kuat,” tandasnya.

Pameran tersebut juga memperkaya pengalaman para seniman setempat dalam berkarya. Berkarya untuk menyampaikan kepada publik luas untuk memperkuat posisi Magelang dengan Candi Borobudur-nya dalam peta seni rupa dunia.

Sejumlah karya lukisan yang dipamerkan, antara lain berjudul “Resurrec, Revive Rebirth in Blue (Abu Jalal Sarimon), “Daydreaming #2” (Antonius Kho), “The Eagle Family” (Cipto Purnomo), “The Legend” (Damtoz Andreas), “Enlightenment For The Soul” (Hatmojo), “Kesaksian Kanan” (Laksmi Shitaresmi), “Reborn” (Imam Yunni), dan “God Isn’t Behind The Sky” (Nahla Ali), dan “Menuju Candi Putih” (Yogi Setyawan), sedangkan karya seni rupa atau patung antara lain berjudul “Greed” (Samy R.R. Vermeulen) dan “Pesona Sang Taru Raya” (Yani Mariani Sastranegara). (Ant)

Lihat juga...