Sedulur Nyeni gelar pameran seni rupa bertajuk ‘Nuntun Roso’

Admin

YOGYAKARTA, Cendana News – Sebanyak 22 karya seni rupa dipamerkan di Galeri Kopi Macan Bugisan, Bantul, dalam sebuah pameran seni bertajuk ‘Nuntun Roso’.

Pameran seni rupa bertajuk Nuntun Roso di Galeri Kopi Macan Bugisan digelar oleh Sanggar Seni Sedulur Nyeni, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

Masyarakat umum bisa mengunjungi pameran seni rupa bertajuk Nuntun Roso di Galeri Seni Kopi Macan Bugisan Bantul itu hingga 20 November 2022.

Ketua Sanggar Seni Sedulur Nyeni, Sukoco Hayat mengatakan pameran tersebut untuk menunjukkan segala potensi di Sanggar Sedulur Nyeni.

Dia menjelaskan, tema pameran ‘Nuntun Roso’ berangkat dari ide adanya kerukunan para seniman untuk mengajukan hipotesis ‘seni itu hasil olahan rasa’.

Rasa tidak bisa diraba, tidak bisa dilihat, tidak bisa ditangkap oleh panca indera, tapi bisa dipahami keberadaannya.

“Semakin kuat rasa dalam berkehidupan, akan menemukan jati diri dalam komunikasi sosial dan karyanya,” katanya dikutip dari laman bantulkab, Sabtu (12/11/2022).

Dia juga mengatakan, pelajaran dari Ki Ageng Suryomentaram bahwa rasa itu tersisir dengan 4 tingkatan yang juga sebagai dimensi rasa yang disebut kramadangsa.

Rasa yang hadir karena fungsi fisikal, emosional, intelektual dan intuisional.

“Dimensi kramadangsa ini ternyata analog dengan representasi berkarya seni oleh perupa Nuntun Roso,” ujar Sukoco.

Dia mengatakan, bahwa yang spesial dalam pameran seni rupa ini adalah kolaborasi rasa.

“Rasa itu kita ungkapkan dalam setiap ekspresi kesenian yang ditampilkan,” katanya.

Dalam pameran seni rupa juga dilengkapi deskripsi singkat terkait makna karya seni yang dipajang.

Hal tersebut merupakan sebuah sarana berkomunikasi para perupa dengan penikmat seni yang berkunjung.

Sementara itu, Panewu Kasihan Subarta, SSos, MSi, dalam sambutan pembukaan pameran mengatakan pelaku seni, dan para perupa juga merupakan penggerak ekonomi.

Karenanya, dia berharap kegiatan-kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan dengan skala yang lebih besar dan di tempat yang representatif, mudah dikunjungi oleh masyarakat.

Dia mengajak agar kegiatan serupa bisa diadakan di balai kelurahan atau pendopo kapanewon.

“Kita undang pula para pedagang, pelaku UMKM, angkringan, agar roda perekonomian terus berputar,” katanya.

Lihat juga...