2018, Tabur Puja Sumbar Prioritaskan Penyehatan Usaha
Editor: Satmoko
PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Tahun 2018 menjadi pijakan inovasi yang dilakukan Program Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) yang ada di Sumatera Barat (Sumbar).
Di Sumbar sendiri, Program Tabur Puja hanya ada di dua daerah yaitu Kota Padang dan Kabupaten Solok. Mulai tahun ini, pinjaman modal usaha melalui Tabur Puja dinyatakan tidak bicara lagi soal pertumbuhan Tabur Puja. Tapi, saatnya bicara penyehatan, bagi masyarakat yang telah memanfaatkan pinjaman lunak.
Supervisi Project Managing Unit (PMU) Tabur Puja Wilayah V Sumbar, Edi Suandi mengatakan, tahun 2018 benar-benar menjadi tahun pergerakan baru bagi Program Tabur Puja di Sumbar. Sebab, jika bicara jumlah penerima manfaat Tabur Puja, mungkin bisa saja berkurang di tahun ini.
Tapi, hal tersebut memiliki tujuan, yakni fokus melakukan pembinaan kepada masyarakat yang selama ini telah memanfaatkan Tabur Puja, ketimbang membuka pembukuan baru bagi masyarakat yang hendak menjalankan usaha baru pula.
“Kita di tahun 2018 ini tidak lagi berpikir tentang pertumbuhan, tapi kita bicara untuk melakukan penyehatan kepada usaha rakyat yang tengah berjalan saat ini,” katanya, Selasa (20/2/2018).
Alasan melakukan penyehatan, karena akhir-akhir ini cukup banyak kredit macet beragam penyebab. Kebanyakan justru dari masyarakat yang baru saja disetujui pinjaman modal usahanya. Sementara, jika dilihat dari masyarakat yang selama ini telah berjalan cukup lama menjadi penerima manfaat Tabur Puja, soal kredit macet hampir saja tidak terjadi.
Jika melihat jumlah penerima manfaat Tabur Puja di Sumbar hingga akhir tahun 2017 lalu, dengan jumlah Posdaya di Sumbar sebanyak 59 Posdaya, lalu turut dibantu dengan peran Sub Kelompok sebanyak 739, telah mampu membantu 5.410 warga masyarakat yang tergolong kurang mampu atau prasejahtera.
“Keberadaan Tabur Puja ini jelas yakni untuk mengentaskan kemiskinan. Apalagi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pinjaman modal usaha, jaminannya tidak ada. Cara ini akan sangat membantu masyarakat, yang ingin memperbaiki ekonomi kehidupan melalui wirausaha,” ujarnya.
Menurutnya, sejauh ini kinerja dari kedua koperasi yang bekerjasama dengan Yayasan Damandiri yakni Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang yang berada di Kota Padang, dan Koperasi KPRI Kencana BKKBN yang ada di Kabupaten Solok, terbilang cukup bagus.
Buktinya, dengan jumlah penikmat Tabur Puja yang telah mencapai angka di batas lima ribu orang, merupakan angka yang cukup besar. Program yang dijalani oleh Tabur Puja ini, cara dan tujuannya, juga dijalani oleh lembaga-lembaga yang memberi pinjaman ke masyarakat, lain dari Yayasan Damandiri.
Kebanyakan dari lembaga itu, koperasi simpan pinjamnya didanai oleh pemerintah. Maka dari itu, dengan adanya kepercayaan masyarakat kepada Tabur Puja, Yayasan Damandiri berkomitmen untuk memberikan pembinaan agar usaha yang dijalani terus berkembang, sehingga persoalan hidup di bawah garis kemiskinan, perlahan-lahan bisa terselesaikan.
Untuk itu, alasan melakukan penyehatan juga merupakan upaya Tabur Puja merangkul masyarakat agar usahanya tetap tumbuh bersama Yayasan Damandiri.
“Yang saya pikirkan jika kita rekrut terus anggota baru, kita khawatir yang lama ini keluar dari pengawasan kita. Jika hal itu terjadi, sangat disayangkan sekali, setelah kita yang bina, malah suksesnya ke pihak lain,” sebutnya.
Bahkan, kata Edi, untuk melakukan penyehatan itu, Yayasan Damandiri telah mendukung melalui tambahan dana pinjaman sebesar Rp500 juta pada tahun 2018 ini.