16 Militan Mesir Tewas Dalam Operasi Keamanan

Ilustrasi bendera mesir - Dokumentasi CDN

KAIRO – Enam belas gerilyawan tewas dan empat lagi ditangkap dalam gerakan besar keamanan yang dilakukan Militer Mesir untuk menanggulangi serangkaian serangan dari kelompok militan.

66 titik sasaran meliputi gudang senjata, mobil dan sepeda motor, yang digunakan gerilyawan, dihancurkan dalam serangan dari militer Mesir. “Titik utama serangan di Sinai, namun juga mencakup Delta Nil dan gurun barat,” kata Militer Mesir dalam sebuah pernyataan resmi, yang disiarkan di televisi pemerintah setempat, Minggu (11/2/2018).

Presiden Abdel Fattah al-Sisi, yang mencalonkan diri dalam pemilihan umum ulang pada Maret, pada November memerintahkan angkatan bersenjata mengalahkan gerilyawan kelompok bersenjata dalam waktu tiga bulan. Perintah dikeluarkan setelah terjadinya sebuah serangan di masjid menewaskan lebih dari 300 orang.

Serangan di masjid tersebut tercatat menjadi kejadian paling mematikan di negara Arab berpenduduk paling padat tersebut. Gerilyawan membidik pasukan keamanan sejak 2013 ketika tentara, yang dipimpin Sisi sebagai panglima militer, menggulingkan Presiden Mohamed Mursi dari kelompok Ikhwanul Muslimin setelah terjadinya unjuk rasa besar menentang pemerintahan pada waktu itu.

Operasi keamanan yang mulai diluncurkan pada Jumat (9/2/2018) melibatkan pasukan dari angkatan udara, angkatan laut dan tentara Mesir serta polisi dan penjaga perbatasan. “Angkatan udara menarget dan menghancurkan 66 sasaran yang digunakan oleh elemen teroris untuk bersembunyi dari serangan udara dan artileri, dan melarikan diri dari markas mereka selama penggerebekan,” tambah pernyataan dari Militer Mesir.

Sebanyak 16 militan terbunuhnamun tidak dirinci lebih lanjut. Sumber medis mengatakan Rumah Sakit Umum Ismailia pada Minggu (11/2/2018) pagi waktu setempat menerima jasad 10 anggota gerilyawan yang terbunuh di Sinai. Sampel DNA dari jasad-jasad tersebut sudah diambil untuk proses identifikasi.

Pernyataan militer tersebut juga mengatakan bahwa pasukan yang terlibat dalam operasi tersebut menemukan media center yang dilengkapi dengan komputer, peralatan komunikasi, buku dan dokumen yang berkaitan dengan ideologi jihad. Pasukan keamanan juga menemukan dan menghancurkan enam pertanian yang digunakan untuk menanam narkotika yang dilarang.

Angkatan Udara Mesir menyerang sasaran-sasaran militan di bagian utara dan tengah Sinai pada Sabtu pagi (10/2/2018). Serangan hari kedua itu dilakukan untuk menumpas pemberontakan yang telah membunuh ratusan orang sejak 2013 lalu. Pihak militer menyatakan pesawat-pesawat tempurnya menyerang tempat-tempat konsentrasi dan persembunyian teroris di bagian utara dan tengah Sinai.

Penjaga perbatasan dan pasukan angkatan laut mengamankan Terusan Suez guna menjamin pelayaran melalui perairan internasional itu tak terkena dampak. “Di darat, pasukan khusus yang bekerja sama dengan kepolisian, melancarkan operasi di dalam kota-kota di Sinai untuk menangkap para militan, kata Juru Bicara Militer Mesir Kolonel Tamer al-Rifai. (Ant)

Lihat juga...