Ledakan Gas Tewaskan 8 Pengunjung Karnaval Bolivia
LA PAZ – Tabung gas masak milik pedagang kaki lima meledak di tengah karnaval di kota Oruro, Bolivia, Sabtu (10/2/2018). Akibat ledakan tesebut delapan orang tewas dan 40 orang lainnya mengalami luka-luka.
Ledakan terjadi di lapak pedagang yang menjual Yama atau gorengan kulit unta khas Amerika Selatan. “Pedagang tersebut diduga tidak sengaja menumpahkan minyak panas ke arah selang tabung gas miliknya sehingga menyebabkan ledakan,” kata Kepala Kepolisian Kota Oruro, Romel Ra’a, Minggu (11/2/2018).
Peristiwa itu terjadi di jalan padat pengunjung tidak jauh dari jalur utama penyelenggaraan pawai karnaval yang memiliki panjang rangkaian empat kilometer tersebut. “Tiga anak-anak tewas, sementara beberapa orang lain luka parah,” tambahnya.
Presiden Evo Morales langsung menyatakan duka cita melalui akun media sosialnya. “Kami sangat prihatin terhadap berita kematian akibat ledakan itu,” kata Morales.
Oruro adalah sebuah kota pegunungan dengan populasi 265.000 jiwa. Lokasinhya berada sekitar tiga jam dari ibu kota Bolivia, La Paz. Kota itu terkenal dengan festival karnaval, yang menjadi salah satu daya tarik kerumunan di berbagai kota Amerika Latin. Karnaval dijadwalkan akan digelar pada akhir pekan ini dan awal pekan depan.
“Festival karnaval di Oruro diperkirakan akan menarik 400.000 pengunjung dari Bolivia dan luar negeri,” kata pejabat badan pariwisata setempat.
Festival di Oruro akan berlangsung 10 hari dengan melibatkan sedikit-dikitnya 6.000 pemusik dan ribuan penari mengenakan pakaian tradisional Bolivia. Festival kota itu dinyatakan sebagai warisan budaya oleh PBB. (Ant)