Warga Kesulitan Air Bersih Akibat Pipa PDAM Flotim Dibiarkan Bocor
LARANTUKA — Warga kota Larantuka kabupaten Flores Timur (Flotim) masih kesulitan air bersih meski sudah ada perbaikan sejak hadirnya pemimpin baru Flotim terpilih yang telah mengemban tugas sekitar 3 bulan.
“Kami masih sulit air bersih meski sudah ada perbaikan. Air dari PDAM kadang mengalir seminggu sekali padahal tetangga kami yang beda jalur airnya mengalir lancar setiap hari,” ujar Bernadus Penama Kaha, Minggu (7/1/2018).
Dikatakan Bernadus, meski warga kesulitan air bersih namun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Flotim sepertinya masa bodoh saja. Pipa air utama di samping bekas kantor LKF Mitra Tiara di jalan tiga kelurahan Amagarapati kota Larantuka sejak lama dibiarkan bocor.
“Sudah lama pipa ini bocor dan tidak pernah ada petugas yang datang melihat dan lakukan perbaikan. Kami yang tinggal tidak jauh dari pipa yang bocor terpaksa mengalami kesulitan air bersih,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Okto Letuna warga RT 07 RW 08 kelurahan Amagarapati kota Larantuka lainnya yang ditemui Cendana News di dekat lokasi pipa air PDAM yang bocor Minggu (7/1/2018).
Okto menyebutkan, tetangga rumahnya yang yang juga pelanggan air PDAM namun jalur pipa airnya berbeda tidak mengalami kesulitan air bersih. Ada yang airnya mengalir setiap hari bahkan ada yang dua hari sekali baru airnya mengalir sehingga pihaknya lebih sering mengambil air bersih di rumah tetangga.
“Kami juga bingung kenapa ada perbedaan meski dalam satu kelurahan. Ada kelurahan di kota Larantuka yang airnya lancar tapi ada yang sulit air padahal di kelurahan kami ada pegawai PDAM yang tinggal disini dan kami sudah sampaikan juga keluhan kami,” tuturnya kesal.

Okto menerangkan, air PDAM di rumahnya selalu mengalir di malam hari sekitar pukul 22.00 WITA sampai pukul 02.00 WITA. Tapi terkadang air cuma mengalir sejam atau dua jam saja dan berhenti total mengalir hingga seminggu kemudian baru kembali mengalir tetapi itu juga tidak pasti.
“Kemarin saat hari raya Natal dan Tahun Baru kami terpaksa beli air dari mobil tanki seharga 150 ribu rupiah atau beli satu dua drum saja dari mobil pick up yang selalu berkeliling jual air bersih. Tolong pak bupati dan wakil bupati perhatikan nasib kami sebab air merupakan kebutuhan dasar,” ungkapnya.
Bebrapa hari sebelum bupati dan wakil bupati Flotim terpilih dilantik air mengalir lancar. Air bahkan terus mengalir lancar hingga beberapa hari namun setelah itu mulai kembali seperti semula padahal di kelurahan lain ada yang setiap hari mengalir lancar.
“Ini sudah musim hujan sehingga pasti debit airnya normal kembali tapi kenapa tidak ada perubahan.Saya juga bingung apa petugas yang mengatur distribusi air yang salah ataukah memang ini kebijakan dari kantor PDAM Flotim? ,” tuturnya.
Disaksikan Cendana News, pipa air di samping bekas kantor LKF Mitta Tiara yang bocor hanya ditutup oleh seng. Masyarakat membuat talang dari seng bekas sebagai wadah untuk mengalirkan air bila ada warga yang ingin mengambilnya.
Percikan air dari pipa-pipa tersebut mengalir menggenangi aspal jalan raya sehingga sangat mengganggu pengendara. Air juga mengalir ke pekarangan rumah warga di bawahnya sebab letak pipa yang bocor berada di tempat yang lebih tinggi.