Tentara STBM Bersinergi, Bangun Jamban Sehat
LAMPUNG – Keberadaan tentara Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) atau sebutan bagi relawan yang mendedikasikan diri untuk proses pengentasan masyarakat dari buang air besar sembarangan (BABS) terus dilakukan di Kecamatan Rajabasa.
Budi Riyanto, selaku sanitarian Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan menyebut, peran serta masyarakat dalam perubahan perilaku BABS sehingga wilayah tersebut berada dalam kondisi Open Defecation Free (ODF) atau tidak buang air besar sembarangan lagi.

Upaya tidak membuang air besar di sembarang tempat seperti kebun, dekat sungai, laut difasilitasi dengan proses pembelajaran pembuatan closet dengan biaya yang murah. Termasuk proses pengaplikasian di lapangan hingga jamban sehat siap dipergunakan oleh masyarakat.
“Gerakan sanitasi total berbasis masyarakat memang harus melibatkan berbagai komponen sehingga suatu desa tidak akan bebas buang air besar sembarangan dengan adanya dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya target kita pada beberapa desa di Kecamatan Rajabasa bebas BABS,” terang Budi Riyanto, selaku sanitarian Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (5/1/2018).
Budi Riyanto melanjutkan, hingga bulan Januari peran serta masyarakat secara mandiri dalam upaya menciptakan sanitasi total berbasis masyarakat sebanyak enam desa sudah melakukan pencetakan closet untuk jamban sehat.
Beberapa desa yang mulai mandiri melakukan proses pencetakan closet, pembuatan septic tank hingga bergotong royong membuat jamban sehat diantaranya Desa Betung, Canggung, Banding, Batu Balak, Kerinjing, dan Cugung.

“Pekerjaan pencetakan hingga pembuatan jamban sehat kita sinergikan dengan berbagai unsur, Puskesmas, Babinsa Koramil, Bhabinkamtibmas Polsek, tentara STBM, atau relawan termasuk pemerintah desa dan masyarakat,” beber Budi Riyanto.
Budi Riyanto bahkan menyebut, kesuksesan percepatan ODF disebutnya memiliki satu kunci dimana masyarakat dengan cepat menyerap ilmu dari tenaga lokal kecamatan Rajabasa termasuk tentara STBM Desa Banding untuk melakukan pelatihan dalam pembuatan closet. Sebelumnya tenaga terlatih tersebut juga memperoleh pelatihan dari Sekolah Swasembada WC yang ada di Lampung Selatan.
Sepanjang bulan Januari ini, Budi Riyanto menyebut, fokus pengentasan wilayah dari kegiatan BABS di Desa Kerinjing dan Desa Tanjung Gading. Dua desa sasaran menuju desa ODF diakuinya dengan adanya ratusan kepala keluarga yang sudah memiliki jamban sehat sehingga di wilayah Desa Kerinjing tersisa sebanyak 33 Kepala Keluarga dan di Desa Tanjung Gading tersisa sebanyak 10 kepala keluarga.
Program pengentasan sejumlah desa dari rutinitas buang air besar sembarangan, disebut Budi Riyanto, selain memberdayakan potensi sumber daya masyarakat (SDM) lokal juga sumber daya alam (SDA) yang ada.
Proses pembuatan septic tank disebut Budi Riyanto, salah satunya dengan pemanfaatan potensi alam keberadaan bambu yang melimpah salah satunya di Desa Canti. Ia menyebut, selama ini pengaplikasian pembuatan septic tank untuk jamban sehat mempergunakan cetakan dari plastik.
“Keberadaan potensi sumber daya alam yang ada kita pergunakan bambu untuk membuat pola cetakan dan hasilnya maksimal tak kalah dengan cetakan plastik dalam membuat septic tank,” tegas Budi Riyanto.
Ia menegaskan, upaya menjaga kebersihan lingkungan dan membebaskan masyarakat dari kegiatan buang air besar kuncinya berasal dari dukungan dan pendampingan termasuk didorong memanfaatkan SDM lokal dan SDA yang bisa dipergunakan.
Keberadaan SDM lokal terlatih dalam proses pembuatan closet untuk jamban sehat dan SDA lokal pendukung pembuatan jamban sehat disebutnya akan membuat warga bisa mendukung gerakan STBM dengan biaya yang murah.
