SOIna Sumbar Mantapkan Diri Turun ke Sejumlah Kompetisi Olahraga 2018
PADANG — Setelah fakum selama delapan tahun, Special Olimpics Indonesia (SOIna) Sumatera Barat (Sumbar) kembali hadir pada awal 2018 ini. Hadirnya kembali SOIna yang merupakan sebuah organisasi yang bergerak membina para penyandang disabilitas menjadi atlet, memiliki sejumlah target dalam ajang kompetisi olahraga.
Wakil Ketua SOIna pusat bidang Organisasi, Wiyono Punco Winoto, yang hadir melantik kepengurusan SOIna Sumbar, menyebutkan, ada 11 cabang olahraga dan delapan program pendukung SOIna yang bisa dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas untuk mengaktualisasi diri.
“Sebelas cabang olahraga itu masing-masing atletik, badminton, tenis meja, sepak bola, basket, renang, voll, bola tangan, boling dan senam,” katanya, Senin (15/1/2018).
Sementara delapan program pendukung diantaranya pemeriksaan kesehatan, sosialisasi special olimpics, pelatihan kepemimpinan, pertandingan olahraga gabungan antara penyandang disabilitas dan non disabilitas.
Kemudian dukungan keluarga untuk special olimpics, program menjalin hubungan dan persahabatan antara penyandang disabilitas untuk menghilangkan stigma negatif, kampanye menghilangkan kata keterbelakangan mental dalam bahasa sehari-hari dan mendorong aktivitas motorik.
Menurutnya agar SOIna bisa bekerja lebih maksimal, maka harus ada cabang di kabupaten dan kota sebagai pendukung SOIna Sumbar. “Cabang itu harus disegerakan pembentukannya agar bisa mendata dan membuat program untuk penyandang disabilitas intelektual agar bisa menjadi atlet berprestasi,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua SOIna Sumbar, Amsyarudin mengatakan ada sejumlah kompetisi olahraga yang masuk jadwal pada tahun ini diantaranya pekan olahraga cabang, pekan olahraga daerah, pekan olahraga nasional dan kejuaraan internasional.
“Untuk itu, SOIna Sumbar akan maksimalkan persiapan. Sehingga nanti Sumbar juga ikut ambil andil dalam kompetesi tersebut,” pungkasnya.
Selain itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan hadirnya kembali kepengurusan SOIna di Sumbar, nantinya diharapkan SOIna dapat mengandeng penyandang disabilitas intelektual atau tuna grahita di Sumbar, untuk bisa diterima dan dihargai masyarakat melalui prestasi olahraga.
Untuk itu, kata Nasrul perlunya dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga, baik tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memfasilitasi dalam bentuk sarana dan prasarana, untuk menunjang SOIna mengembangkan bakat anak-anak penyandang disabilitas ini sehingga dapat berkarya.
“Jadi, ini perlu di fasilitasi oleh Dinas terkait di tingkat kabupaten/kota. Dan, sekaligus bersinergi dengan Pengurus Daerah SOIna membentuk kepengurusan tingkat kabupaten/kota,” ungkapnya.
Selain itu, Wagub mengungkapkan rasa bangga kepada guru maupun pelatih anak disabilitas tersebut. Hal itu tidak terlepas dari peran para guru dan pelatih, sehingga anak disabilitas terus bersemangat dan dapat melahirkan prestasi dibidang yang mereka tekuni.
“Ini semua tidak lepas dari perjuangan guru dan pelatih untuk mendidik mereka dengan sabar. Sehingga, anak-anak ini dapat melahirkan prestasi,” katanya.
