BALIKPAPAN — Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, mengakui program pemilahan sampah yang mulai dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir belum sukses sesuai harapan. Tingkat keberhasilan program yang tengah berjalan tersebut dinilai baru mencapai 60-70 persen.
“Pemilahan sampah di Balikpapan walaupun diujicoba tapi belum sukses. Masih 60 persen walaupun sudah menjadi percontohan secara nasional. Kami juga sudah dilakukan penyuluhan di tempat ramai dengan menggunakan billboard,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, saat ditemui, Rabu (17/1/2018).

Karena itu, katanya, upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi yang lebih intens kepada masyarakat untuk mengajak melakukan pemilahan sampah, yaitu sampah organik dan anorganik.
“Bila sudah dipilah, maka truk pengangkut sampah akan semakin mudah langsung memilah ke pembuangan. Memang, tidak ada cara yang dilakukan selain dengan sosialisasi dan sosialisasi ini juga perlu anggaran, kita juga lagi terbatas anggaran,” ujarnya.
Namun, upaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam mengajak masyarakat untuk melakukan pemilahan terus dilakukan, khususnya di kawasan yang sudah menjadi daerah percontohan.
Selain itu, DLH juga mendapatkan bantuan satu truk konvektor pengangkut sampah yang datang pada Desember 2017 kemarin. Rencananya akan dioperasikan pada tahun ini, yang kini juga tengah mengajukan ke pemkot untuk dioperasikan.
“Kekurangan armada yang terjadi bisa terbantu dengan bantuan truk konvektor pengangkut sampah dari Pekerjaan Umum. Tahun ini mengajukan ke pemkot untuk mengoperasikannya, karena harus dilengkapi dengan kontainer,” paparnya.
Suryanto menambahkan, bantuan truk konvektor ini bisa mengangkut sampah sebanyak 8 ton dan kemungkinan akan mengangkut sampah yang ada di pasar.
“Harapan kita untuk melakukan pemilahan. Kalau sudah terpilah, sampah bisa langsung dibuang ke tempatnya tanpa harus memilah,” tutupnya.