Petani Bawang Merah di Balikpapan Optimis Mampu Penuhi Bibit
BALIKPAPAN – Sejumlah petani bawang merah di Kota Balikpapan optimis dapat memenuhi kebutuhan bibit bawang merah untuk daerah sendiri. Selama ini, petani bawang merah di kota minyak ini mendatangkan bibit dari luar daerah yang menyebabkan biaya operasional lebih tinggi.
Hasrat (48), petani bawang merah di kota Balikpapan mengaku setiap melakukan penanaman bawang merah harus mendatangkan bibit dari luar daerah, karena untuk pengadaan bibit sendiri masih kesulitan.
“Iya, biasanya kami cari bibit dari luar daerah. Dari Jawa, tapi kadang tanam itu juga berhasil. Sebab, pernah juga gagal panen karena kami juga masih perlu banyak ilmu untuk tanam bawang,” ucapnya Senin, (15/1/2018).
Namun dengan pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah kota bersama Bank Indonesia, saat ini petani memiliki ilmu menanam bawang merah.
“Alhamdulillah, sudah dapat pelatihan, sudah dapat ilmu dan panen juga berhasil. Sebagian dari panen, juga buat pembibitan lagi dan belajar membibit dari rumah penangkaran yang sudah disediakan pemerintah,” kata pria yang sudah bertani lebih dari 10 tahun.
Tidak hanya menanam bawang merah, pihaknya menyebutkan ada beberapa sayuran yang ditanam dan buah pepaya. “Harapannya dengan keberhasilan kelompok tani menanam bawang merah ini, petani bisa lanjut membudidayakan bibit sendiri dan mampu memenuhi kebutuhan bibit di kota sendiri,” tukasnya.
Sejak bertani, Hasrat mengaku pendapat yang diperoleh mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. “Cukup saja buat sehari-hari, karena kita makan dari hasil tani kita. Panennya juga kita jual, yang penting kita kerja bertani,” tambah pria yang sudah menanam bawang selama 4 tahun ini.