JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengatakan hari ini telah dimulai ujicoba program One Karcis One Trip (OK Otrip). Anies mengaku akan memantau pelaksanaannya melalui masyarakat.
“Sebagaimana sebuah ujicoba, maka saat ini kita lihat pelaksanaannya seperti apa. Mudah-mudahan melalui uji coba ini kita dapatkan masukan, terutama soal integrasi,” kata Anies, di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).
Masukan yang diinginkan Anies ialah soal intergrasi. Bagaimana penumpang bisa menggunakan kendaraan lainnya yang angkutannya tersambungkan. Menurutnya, karena salah satu hal utama selama ini mengenai transportasi publik yang tidak tersambungkan.
Ujicoba OK Otrip dilakukan di empat titik keberangkatan, yaitu di Jelambar Jakarta Barat, Duren Sawit Jakarta Timur, Warakas Jakarta Utara, Lebak Bulus Jakarta Selatan.
Pemprov DKI juga akan memasang alat tapping di 69 angkot selama masa ujicoba. Semua sistem akan terintergrasi. Menurutnya, sistem OK Otrip merupakan satu manajemen, satu pricing dan satu rute.
“Kita lihat, pokoknya hari ini kita ujicoba. Jika ujicoba belum sempurna sekaligus kita mengevaluasi di mana letak kekurangannya, di mana letak masalahnya. Dari situ kita perbaiki,” jelasnya.
Anies pun berharap, program OK Otrip ini berjalan sesuai dengan yang diinginkannya. Dengan ujicoba ini, dia bisa membantu warga Jakarta dan kebutuhan warga Jakarta akan transportasi umum yang mudah dan bisa tertangani dengan adanya OK Otrip.
Sementara untuk biaya yang dikenakan setiap warga DKI Jakarta sebesar Rp5 ribu untuk satu tujuan perjalanan ke mana pun. Ujicoba program OK Otrip rencannya akan dilakukan selama 3 bulan. Masa ujicoba akan berakhir pada 15 April 2018.
Untuk mendapatkan kartu OK Otrip tersedia di 10 halte transjakarta yang dilengkapi plang khusus berisi informaai ketersediaan kartu tersebut. Di antaranya ada di halte Grogol 1 dan 2 Enggano, Lebak Bulus, Penas Kalimalang, Harmoni, Kalideres, Kampung Melayu, Tanjung Priok, Matraman 1 dan 2 serta Dukuh atas 2.
Kartu OK Otrip dijual Rp40 ribu dengan saldo awal Rp20 ribu. Namun, saat masa ujicoba hari ini hingga 15 April 2018 pelanggan hanya membayar Rp3.500 untuk satu tujuan perjalanan dari titik awal sampai ke titik tujuan. Setelah ujicoba selesai, tarif disesuaikan menjadi Rp5 ribu.
Guna menyukseskan program Ok Otrip, Pemprov DKI menganggarkan public service obligation (PSO) sebesar Rp3,25 triliun untuk 2018, dan disalurkan lewat PT Transportasi Jakarta.