Perayaan Tahun Baru, Sisakan Timbunan Sampah

MALANG – Seakan sudah menjadi pemandangan yang lumrah, usai perayaan tahun baru selalu saja terlihat timbunan sampah berceceran di lokasi perayaan. Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan secara bersama-sama menjadi faktor utama permasalahan sampah terus terulang setiap tahun.

Hal tersebut sangat disayangkan Koordinator Pasukan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Herry Sucipto, saat melakukan pembersihan sampah tahun baru di Jalan Ijen.

“Pembersihan hari ini kami konsentrasikan di Jalan Ijen karena tadi malam disini menjadi salah satu titik berkumpul warga untuk merayakan malam tahun baru. Berdampak pada potensi sampah yang sangat luar biasa,” jelasnya kepada Cendana News, Senin (1/1/2018).

Koordinator Pasukan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Herry Sucipto. Foto: Agus Nurchaliq

Herry mengaku, jauh-jauh hari pihaknya sudah mempersiapkan untuk mengantisipasi timbunan sampah tahun baru di Jalan Ijen. Untuk itu ia telah mengerahkan kurang lebih 30 personil dan menyediakan satu dump truk, dua motor roda tiga, serta dua gerobak untuk membersihkan timbunan sampah di Ijen.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan tahun lalu, volume sampah tahun baru kali ini belum ada pengurangan tapi justru malah meningkat dari tahun sebelumnya. Hal tersebut juga disebabkan semakin banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang turut berjualan pada malam pergantian tahun baru.

“Karena masyarakat yang menunggu pergantian tahun baru itu berkumpul di Ijen sehingga mengundang beberapa PKL untuk datang. Banyaknya PKL yang datang menjadi salah satu sumber sampah yang mampu meningkatkan volume sampah, “ujarnya.

Lanjut Herry, rata-rata setiap perayaan tahun baru di jalan Ijen bisa menghasilkan sampah satu truk.

Herry juga menyebutkan, selain Jalan Ijen, timbunan sampah tahun baru juga dapat ditemukan di Alun-alun Tugu dan Alun-alun Merdeka.

“Kalau dulu waktu perayaan tahun baru 2017 kami melakukan penyisiran sampah dari alun-alun Tugu, alun-alun Merdeka dan kemudian bergeser ke Jalan Ijen, bisa menghasilkan sampah dua dump truk. Hasil dari sampah tahun baru terssbut langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir,” terangnya.

Sementara itu, Herry menilai, kesadaran masyarakat akan kebersihan masih sangat rendah. Karena rata-rata masyarakat yang hadir di perayaan tahun baru tidak sedikit yang membuang sampah sembarangan dan praktis semua sampah berceceran di jalanan.

“Untuk itu saya mengimbau dan sangat berharap sekali agar masyarakat bisa dan terbiasa membuang sampah pada tempat yang telah disediakan,” harapnya.

Selain itu, Herry berharap, bisa terjadi pengurangan sampah di tingkat sumber. Misalnya dari rumah tangga bisa dilakukan pengurangan sampah. Dikatakan Herry, pengurangan di tingkat sumber bisa dilakukan dengan cara Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

“Dengan pengurangan sampah di tingkat sumber maka umur TPA bisa lebih lama dan tidak akan cepat penuh,”sebutnya. Untuk membersihkan sampah di jalan-jalan dan sungai pihaknya juga sering bekerjasama dengan para komunitas pecinta lingkungan seperti Komunitas Peduli Malang dan F3R.

Pembersihan sampah di Jalan Ijen. Foto: Agus Nurchaliq
Lihat juga...