Pendaftaran Rumah DP Nol Persen Mulai April 2018

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta terus menyiapkan program rumah down payment (DP) nol persen, yang telah diresmikan dan ditandatangani oleh 21 pengembang yang mendukung program tersebut. 

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Salahudin Uno, mengatakan akan membuka skema pendaftaran bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah tanpa melalui down payment awal, pada April 2018 ini. Saat ini, kata Sandiaga, tengah mempersiapkan kelengkapan dan membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Pada pembangunan program rumah DP nol persen ini, Pemprov bekerja sama juga dengan stakeholder, termasuk Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, pemangku kepentingan, seperti Real Estat Indonesia dan perbankan lainnya. Sandiaga menggakui akan melihat terlebih dahulu skemanya seperti apa untuk masyarakat.

“Skemanya sedang disiapkan, leading sector-nya dari Dinas Perumahan. Saya pastikan skemanya bisa cocok dengan masyarakat yang berpenghasilan rendah. Kita akan sinergikan dan kolaborasikan dengan program pemerintah pusat juga,” kata Sandiaga, usai melakukan lari pagi bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018).

Sandiaga mengaku, jika persiapan ini selesai dirinya berencana akan membuka pendaftaran pada April 2018. “Rencananya April,” ucapnya.

Masyarakat juga nantinya bisa memilih langsung rumah hunian seperti apa yang akan dipilihnya, yang terdiri dari 20 lantai sebanyak 703 unit bangunan. Setiap bangunan memiliki tipe berbeda. Ada tipe 513 unit tipe 36 dengan harga Rp320 juta dan 190 unit tipe 21 dikenakan harga Rp185 juta. Rumah susun ini akan diberikan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah atau di bawah Rp 7 juta per bulan.

“Sekarang ada show unitnya. Jadi, masyarakat bisa milih-milih dan ngitung-ngitung. Ini ditujukan untuk masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp 7 juta,” tegasnya.

Tujuannya, yakni agar masyarakat bisa melihat terlebih dahulu bentuk rumah tersebut sebelum memutuskan untuk membelinya. Dia juga telah menyiapkan show unit, sebagai cara untuk memasarkan rumah vertikal dengan DP 0 rupiah.

Dengan maksud masyarakat bisa merasakan langsung bentuk dan kondisi rumah tersebut. Pemprov DKI tidak membuat brosur untuk memasarkan rumah DP O persen.

“Kami sengaja tidak menciptakan brosur. Kami bilang tolong lihat dulu datang ke show unitnya, lihat, karena sudah tidak lagi di dalam gambar bisa dirasakan. Namanya ini experience based marketing. Jadi, mereka datang sendiri lihat sendiri,” jelasnya.

Pasalnya, pada acara groundbreaking pembangunan rumah DP nol persen banyak masyarakat Pondok Kelapa mendatangi lokasi peresmian tersebut yang ingin mengambil brosur.  Namun, pemerintah tidak menyediakan brosur, karena ingin mereka melihat langsung.

Sekedar diketahui, groundbreaking merupakan tahap awal pembangunan rumah DP 0 persen dengan tipe 703 unit hunian yang terdiri dari 513 unit tipe 36 dan 190 unit tipe 21.

Unit tipe 36 terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur yang menjadi satu dengan ruang keluarga. Harganya dipatok Rp320 juta per unit.

Untuk sistem cicilan, Sandi mengatakan, berdasarkan penghasilan mereka yang diperoleh setiap bulannya. Karena Pemprov akan buka seluas-luasnya dengan skema yang fleksibel.

Lihat juga...