Pemkot Surabaya Kirim Bantuan Korban Banjir Gorontalo

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya mengirimkan bantuan kemanusian korban banjir bandang akibat meluapnya Sungai Molalahu dan Alo di Kabupaten/Provinsi Gorontalo yang terjadi pada Sabtu (21/1) malam.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Surabaya, Senin, mengatakan setelah mendengar kabar tersebut, pihaknya segera menghubungi pejabat Kabupaten Gorontalo untuk menanyakan apa saja kebutuhan yang mendesak di sana.

“Jadi yang mereka butuhkan utamanya seperti baju, sarung, selimut, pampers bayi dan obat-obatan. Kami sesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan dari hasil koordinasi dengan pejabat di Kabupaten Gorontalo,” kata wali kota.

Menurutnya, bantuan ini bukan berhenti sampai di sini, melainkan pihaknya akan menyesuaikan dahulu untuk kebutuhan selanjutnya. Pada tahap pertama ini, dikirim sebanyak 29 kali bantuan berupa selimut, pampers bayi, sarung, baju dan obat-obatan.

“Biasanya kalau ada kerusakan kami bantu. Jadi kayak Pacitan, pertama, kami bantu makanan, kemudian untuk penyulingan air bersih, pakaian, dan selimut. Setelah itu bantuan uangnya menyusul untuk rekondisi lingkungannya,” katanya.

Risma bersama pejabat Pemkot Surabaya sebelumnya juga membantu korban gizi buruk dan campak yang melanda Kabupaten Asmat, dengan mengirim bantuan berupa susu, biskuit, dan obat-obatan.

“Saat ini barang-barang sudah mulai terkumpul cepat, nanti segera akan kami kirim ke sana,” ujarnya.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini menuturkan, pengiriman bantuan ini merupakan hasil dari gotong royong para pejabat Pemkot Surabaya. Mereka sukarela mereka mengumpulkan dana secara berkala untuk mengantisipasi keadaan darurat seperti bencana dan musibah lainnya.

“Ini hasil urunan dari kawan-kawan, jadi bukan uang dari APBD, hasil dari urunan kawan-kawan seikhlasnya. Seperti bantuan Asmat, juga hasil urunan untuk dibelikan dalam bentuk barang,” ujarnya.

Menurut Risma, musibah yang tidak kunjung usai melanda Indonesia membuat hatinya terketuk untuk memberikan bantuan kemanusiaan. “Kita harus bergandengan tangan, kalau gini terus kan berat, kalau kita harus mikir dirinya sendiri. Kalau yang tidak kena musibah ya bantulah,” ujar wali kota kelahiran Kediri tersebut.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser menambahkan, pihaknya akan segera mengirim bantuan Senin pagi melalui pesawat.

“Bantuan akan kita kirim besok pagi pukul 08.00 WIB, itu seperti pakaian, selimut, sarung dan obat-obatan, karena memang mereka agak kesulitan di sana. Total bantuan yang akan kami kirim sebanyak 29 kali,” katanya.

Diketahai banjir merendam Desa Datahu dan Desa Isimu Raya di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo karena meluapnya Sungai Molalahu dan Alo pada Sabtu (21/1) malam.

Di Desa Datahu sebanyak 458 rumah terendam yang berdampak pada 3.214 jiwa sedangkan Desa Isimu Raya 250 rumah atau 1.350 jiwa, dengan tinggi air bervariasi hingga mencapai satu meter. (Ant)

Lihat juga...