Musim Hujan, Dinas Kehutanan NTB Diminta Lakukan Penghijauan

MATARAM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Amin, meminta kepada instansi terkait, khususnya Dinas Kehutanan NTB supaya gencar melakukan penghijauan lahan gundul, dengan melakukan penanaman kembali pada lahan gundul yang ada.

Pasalnya kondisi sebagian besar kawasan hutan di NTB sangat memprihatinkan dengan luasan cukup besar, sehingga butuh penanganan serius, supaya fungsi kawasan hutan bisa kembali seperti sediakala.

“Sekarang ini musim hujan, banyak lahan kawasan hutan kita yang gundul akibat aksi pembalakan liar, karena itu Dishut NTB maupun dinas terkait diharapkan bisa melakukan proses penghijauan dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan hutan,” kata Amin di Mataram, Rabu (3/1/2018).

Pelibatan peran serta masyarakat sangat penting dilakukan, supaya masyarakat ikut merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kelestarian kawasan hutan.

Amin pun berharap, melalui proses penanaman bibit pohon kembali pada lahan gundul tersebut, hutan akan hijau kembali, mengingat salah satu faktor terjadinya bencana kekeringan selama ini, karena pohon di kawasan hutan sebagai penyangga air banyak yang ditebang.

“Kalau pohon sebagai penyangga air sudah tidak ada, maka selain mengakibatkan bencana kekeringan dan krisis air bersih, juga menyebabkan terjadi bencana longsor dan banjir seperti yang terjadi di beberapa wilayah NTB belakangan,” katanya.

Sebelumnya, Koalisi Lestari Hutanku bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan Kementrian Lingkungan Hidup serta Kehutanan menggandeng pelajar dari tingkat Sekolah Dasar sampai SMP melakukan penanaman pohon di Dusun Jati, Desa Timbanuh, Kecamatan Pringasela, Kabupaten Lombok Timur.

Kegitana penanaman pohon tersebut dilakukan dalam rangka sosialisasi 25 Pohon Seumur Hidup untuk bumi. Kegiatan ini merupakan realisasi dari penanaman 20.000 bibit pohon di area 50 hektar kawasan Timbenuh Resort Kembang Kuning, seksi pengelolaan wilayah 2 Taman Nasional Gunung Rinjani.

“Selain bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan sekitar, kegiatan tersebut juga menjadi media penyadaran bagi masyarakat dan siswa sekolah untuk menjaga kelestarian lingkungan,” kata Kepala TNGR Lombok, Agus Budi Santoso.

Lihat juga...