Masa Tanam tak Serentak, Hama Burung Menyerang

LAMPUNG – Sebagian lahan pertanian padi sawah tadah hujan di Kecamatan Penengahan mulai ditanami padi dengan melimpahnya sumber air di wilayah tersebut. Meski tanpa adanya saluran irigasi permanen untuk kebutuhan menanam padi sawah.

Nasrudin (40) salah satu petani penanam padi di Desa Sukabaru menyebut, lahan pertanian sawah tadah hujan tersebut sebelumnya ditanami kacang hijau dan saat air melimpah ia mulai menanam padi varietas Ciherang.

Lahan tadah hujan seluas setengah hektar yang ditanami padi varietas Ciherang diakuinya baru bisa digarap setelah pasokan air dari sungai kecil yang dibendung bisa dialirkan meski pada saat kemarau sawah tersebut tidak bisa ditanami padi.

Sebagian lahan pertanian di Sukabaru menurut Nasrudin hanya bisa ditanam padi saat musim hujan sementara saat kemarau petani memilih menanam jagung dan kacang hijau.

“Keberadaan sawah di desa kami yang tidak berada pada satu hamparan bahkan terpencar-pencar di beberapa titik, membuat saluran irigasi komunal sulit dibangun. Kebutuhan air diperoleh secara mandiri dengan membendung sungai yang kering saat kemarau,” terang Nasrudin, salah satu petani di Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan, saat ditemui Cendana News tengah mempersiapkan bibit padi varietas Ciherang pada lahan sawah tadah hujan miliknya, Kamis (25/1/2018).

Sebagian tanaman padi di Desa Sukabaru yang menanam lebih dahulu mulai berisi mendapat serangan hama burung [Foto: Henk Widi]
Nasrudin bahkan menyebut, tidak adanya saluran irigasi di wilayah tersebut membuat petani mengandalkan musim hujan untuk menanam padi dengan jangka setahun sekali. Proses penanaman padi tidak bersamaan dengan petani lain yang memanfaatkan saluran irigasi.

Menanam padi varietas Ciherang dengan bibit sebanyak 20 kilogram untuk lahan seluas satu hektar miliknya, Nasrudin harus kekurangan bibit berusia tiga pekan yang terpaksa diperoleh dari petani lain.

Selain Nasrudin, sejumlah petani tadah hujan di Desa Sukabaru yang mulai menanam padi saat musim hujan, mulai mempercepat proses penggarapan lahan yang semula ditanami berbagai jenis sayuran saat musim kemarau.

Beberapa petani yang memiliki modal cukup bahkan memanfaatkan air sungai yang berjarak ratusan meter dari lahan pertanian milik warga setempat.

Sebagian petani padi yang menanam padi lebih dahulu sejak bulan November, salah satunya Sumiran (39) di desa yang sama, sudah mulai berisi dan mendapat serangan hama burung. Dirinya terpaksa harus melakukan proses mengusir hama burung sejak pagi hingga sore. Musim hujan yang belum merata sekaligus kurangnya saluran irigasi, membuat petani di wilayah tersebut tidak menanam padi secara serentak.

“Saya menanam padi tiga bulan lebih cepat dari petani lain yang sebagian masih melakukan proses penanaman bulan Januari imbasnya hama mulai menyerang,” bebernya.

Proses penanaman padi dikerjakan dengan sistem upahan [Foto: Henk Widi]
Sumiran yang memiliki lahan seluas satu hektar menyebut, masa padi berisi (meratak) mulai diserang hama burung jika tidak ditunggui dan diusir. Maka produksi gabah akan berkurang terlebih burung jenis pipit kerap memangsa padi usia muda. Berbagai teknik mengusir burung menggunakan plastik serta alat penakut burung lainnya dilakukan untuk menekan kerugian akibat hama burung.

Sumiran yang menanam padi varietas IR 64 tersebut mengaku, dengan masa tanam tidak serentak dirinya sudah diberitahu oleh penyuluh pertanian bahwa akan mendapat risiko serangan hama penyakit berupa wereng serta serangan hama burung.

Meski demikian dengan pasokan air yang cukup untuk lahan miliknya dan harus mempergunakan mesin penyedot air, dirinya menanam padi lebih dahulu dibandingkan dengan petani lain.

Masa tanam tidak serentak disebutnya selain karena faktor ketersediaan bibit juga dipengaruhi ketersediaan pasokan air terutama di lahan pertanian sawah tadah hujan di wilayah tersebut.

Ia berharap di wilayah tersebut disediakan saluran irigasi sehingga petani di wilayah tersebut bisa melakukan proses penanaman padi sawah secara serentak sehingga meminimalisir serangan hama. Terutama jenis burung yang kerap berdampak berkurangnya hasil panen padi.

 

Lihat juga...