Keberadaan Dua Bandara di Kaltim Harus Saling Mendukung
BALIKPAPAN — Tak lama lagi Bandara Samarinda Baru (BSB) akan beroperasi, sehingga di Kalimantan Timur akan memiliki dua bandara besar, dan keberadaan dua bandara ini diharapkan harus saling mendukung dan melengkapi untuk kebutuhan transportasi udara.
General Manager AP I Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Handy Heryudhitiawan mengungkapkan dalam waktu dekat akan membahas bandara samarinda baru ini karena AP I Sepinggan mendapatkan penugasan untuk pengelolaan dari Kementerian Perhubungan RI.
“Kita harus duduk bareng. Ini sumber daya di Kalimantan Timur, belum tentu ada daerah punya dua bandara. Bisa contohin nggak ada. Kalau cangkareng (Jakarta) halim yang berdekatan tapi kan volume penumpang besar sekali 63 juta. Kalau disini 7,3 juta penumpang,” ucapnya Rabu, (10/1/2018).
Dijelaskannya pasar Bandara Sepinggan Balikpapan saat ini volume penumpang mencapai 7,3 juta sedangkan Temindung(Samarinda) hanya beberapa saja .”Penumpang harus dijaga sama-sama duduk bersama supaya pelayanan penumpang tetap jalan,” katanya.
Menurutnya, perlu ada perluasan market dari size market yang sudah ada. Di Bandara SAMS Sepinggan sendiri memiliki keunggulan salah satunya 23 destinasi dengan 90 schedule.
“Bisa berbagi market yang ada, tapi jangan market sharing sehingga ada perluasan market. Potensi pariwisata sangat besar sekali, dari 7,3 juta penumpang hanya 9 persen,” sebut Handy.
Disinggung kapan BSB akan beroperasi, pihaknya belum mengetahui termasuk operator yang melirik bandara Samarinda.
“Hari ini dari tim akan ada yang ke Samarinda, untuk melihat situasi dan pelayanan disana,” ujarnya.
Handy berharap keberadaan dua bandara ini harus saling mendukung dan melengkapi untuk memajukan perekonomian Kalimantan Timur.
“Jadi tantangan buat kami bahwa ke depan bisa kita sinergikan supaya dapat mendorong ekonomi Kaltim,” imbuhnya.
Sementara itu, sepanjang 2017 Bandara SAMS Sepinggan telah menghasilkan inovasi terbaik di antaranya toilet tiga dimensi dengan konsep bernuansa alam laut di Kaltim yang terletak di ruang tunggu keberangkatan, tiga dimensi dengan lukisan tangan tebing dengan air terjun dan fasilitas lainnya.