Kadinkes Sebut Pemenuhan Gizi Masyarakat Banjar Tergolong Tinggi

MARTAPURA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Ikhwansyah, mengatakan, pemenuhan gizi masyarakat tergolong tinggi meskipun persentasenya masih di bawah angka rata-rata nasional.

“Pemenuhan gizi masyarakat Kabupaten Banjar yang tersebar pada 20 kecamatan tinggi, yakni mencapai 25 persen, lebih rendah dari angka rata-rata nasional sebesar 35 persen,” ujarnya, di Kota Martapura, Rabu (31/1/2018).

Ia mengatakan, pihaknya terus mendorong peningkatan pemenuhan gizi masyarakat melalui berbagai kegiatan, di samping memberikan imbauan agar masyarakat memperhatikan kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsinya.

Disebutkan, makanan yang dikonsumsi masyarakat harus bersih, sehat dan seimbang baik kandungan protein, karbohidrat dan mineral lainnya dengan kombinasi nasi, ditambah lauk berupa ikan atau daging serta sayur-sayuran dan buah.

“Setiap makanan yang dikonsumsi harus memenuhi unsur kesehatan, karena berdampak baik bagi pertumbuhan serta menurunnya serangan penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, stroke maupun penyakit lain,” ungkapnya.

Menurut dia, salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong peningkatan pemenuhan gizi masyarakat adalah pengecekan kesehatan gratis yang ditujukan kepada masyarakat, melalui acara terbuka mengundang seluruh lapisan masyarakat.

Salah satunya adalah kegiatan memperingati hari gizi nasional ke-58 yang dihadiri Bupati Banjar, Khalilurrahman, dan Ketua Tim Penggerak PKK, Raudathul Wardiyah, dan sejumlah pejabat serta undangan lainnya.

“Kegiatan diisi penyerahan bantuan 200 paket khusus bagi ibu hamil sehingga bisa mereka gunakan untuk membantu menjaga kesehatan selama kehamilannya, hingga anaknya lahir dengan selamat dan sehat,” ucapnya.

Dikatakan, pemenuhan gizi yang sehat dan seimbang berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sehingga masyarakat harus mampu memilih bahan dan sumber makanan yang menyehatkan bagi tubuhnya.

“Intinya, bahan dan sumber makanan yang hendak dikonsumsi harus benar-benar diperhatikan kebersihannya karena semua itu sangat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup setiap individu yang mengonsumsinya,” katanya. (Ant)

Lihat juga...