JAKARTA – Menjelang Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan pada Agustus 2018 di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, demi untuk menyukseskan acara tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno meninjau stadion utama GBK untuk melihat secara langsung fasilitas yang dikabarkan rusak.
Lantaran belakangan ini beredar video dan foto yang menunjukkan rusaknya sejumlah bangku Stadion Utama GBK pascalaga persahabatan Timnas Indonesia melawan Islandia pada Minggu. Kursi Stadion Utama GBK rusak akibat ulah suporter tak bertanggungjawab. Dalam foto dan video yang beredar menunjukkan aksi tidak tertib, sejumlah penonton duduk di sandaran bangku serta menginjak badan bangku yang seharusnya digunakan.
“Saya lihat tadi saya puterin dua sampai lima kali, belum dapat laporan dari Direktur Venue, Direktur Venue bilang tidak ada kursi rusak dan semua fasilitas terpantau masih dalam kondisi yang prima,” ujarnya kepada wartawan usai lari lima putaran di GBK, Selasa (16/1/2018).
Dia juga meminta kepada masyarakat maupun suporter yang akan meramaikan acara Asian Games 2018 harus menjaga fasilitas negara.
“Tapi kita akan cek terus, kalian juga mengingatkan masyarakat pengguna aset milik bersama jadi harus dijaga juga. Jadi kita enggak boleh seenaknya karena ini tentunya dibangun dengan uang rakyat, dibangun untuk kebanggaan bangsa Indonesia jadi harus kita jaga sama-sama,” katanya.
Sandi pun berlari mengelilingi stadion utama GBK sebanyak lima putaran bersama atlet lari Indonesia Dede Herawati yang didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta Ratiyono, Direktur Venue dan Environment Asian Game Arlan Lukman dan para peserta didik dari Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan.

Sandi pun bersyukur mengenai Indonesia menjadi tuan rumah dalam ajang bergengsi Asian Games 2018. Menurut Sandiaga, Indonesia punya stadion di mana penataan peralatan pencahayaan dan fasilitasnya terbaik di dunia.
“Ini kita patut bersyukur. Mudah-mudahan saya ajak atlet PPOP Ragunan kalau mereka latihan bisa seperti mbak Dede nanti, juara Indonesia dan juara ASEAN. Tahun ini lebih keras lagi bukan mustahil mereka bisa berlaga di olimpiade, harus disiapkan sejak dini. Kita akan bangkitkan PPOP ini sebagai bagian dari karakter bangsa,” paparnya.
Dia juga mengatakan sebagai atlet lari harus mempunyai dan menjaga fisik. Selain itu juga dia mengatakan infrastrukturnya begitu canggih. Menurutnya, Stadion Utama GBK ini tak hanya untuk melihat pertandingan yang ada di fitch saja.
“Stadion ini bukan hanya melihat pertandingan yang ada di fitch tapi di sekeliling kita juga kita harus mampu menghadirkan screen-screen yang lainnya. Selain dari screen yang kita bawa sendiri,” paparnya.
Dalam pertandingan Asian Games 2018, Sandi mengatakan penjagaan juga dilakukan bersama masyarakat bukan hanya petugas dan pemerintah saja.
“Saya ingin penjagaan dilakukan juga oleh masyarakat. Kemarin itu dengan diangkat CCTV semua merasa teriak-teriak, norak-norak jadi mereka akan malu sendiri. Percuma kita jaga sekuat tenaga tapi kelakuan tidak diubah. Jadi yang harus diubah adalah perilaku. Perilaku itu bisa diubah kalau kita punya semangat secara kebersamaan,” ucapnya.
Sementara untuk pembelian tiket suporter akan diberlakukan sesuai kursi stadion utama GBK. Pembeliannya pun juga bisa dilakukan secara online.
“Kita nantinya menghadirkan tiket yang sesuai kursi. Karena itu semua bisa dikenal melalui teknologi. Semua bisa pakai online nggak lagi model-model dulu tukar tiket. Karena mengakibatkan antrian yang panjang, semua orang nanti bisa online saja. Mereka tahu dimana mereka duduk dan itu bisa dilihat masing-masing,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Ratiyono menambahkan, memiliki program khusus menjelang Asian Games. Terutama pada atlet Indonesia untuk menjaga stamina. Tak hanya itu saja dia juga akan membangun program penting.
“Jadi program penting kita akan ada pedestrian velodrome, disamping ada 10 gelanggang, yang dijadikan trending venue. Ini kebanggaan juga setelah gelanggang saya renovasi nanti berstandar internasional. Lalu, atlet kita juga akan diperkuat untuk nama Indonesia,” tutupnya.