Jelang Asian Games, Pemprov DKI Lakukan Simulasi Pengaturan Lalu Lintas

JAKARTA —- Menjelang Asian Games yang akan diadakan pada Agustus 2018 nanti Pemerintah (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk menyambut Asian Games.

Wakil Gubernur DKI Jakarya Sandiaga Uno mengatakan pihaknya telah menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk menyambut Asian Games yang akan diselengarakannya di Jakarta bertempat di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan.

“Tadi dipikirkan ada beberapa intervensi salah satunya meliburkan anak sekolah atau bagaimana kalau dirolling masuk kerjanya. Misalnya, dari PNS mulai kerja jam 6.30 pagi sampai jam 14.00 WIB, sementara untuk yang swasta jam 10.00 sampai jam 19.00 WIB,” katanya, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018).

Namun itu hanya sebatas wacana. Dia masih menunggu hingga hasil simulasi pada pengaturan lalu lintas dilakukan. Dia pun yakin hal seperti itu mampu mengatasi kemacetan saat Asian Games di mulai.

“Tapi saya yakin kalau misalnya harus ambil yang drastis juga kita siap selama untuk kesuksesan Asian Games ini,” imbuhnya.

Kemudian mengenai simulasi pengaturan lalu lintas ini rencananya akan dilakukan pada l 26 Januari mendatang. Dia akan melihat apakah bisa menyelesaikan dan mensolusikan masalah lalu lintas yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Kita lintas sektor melakukan kerja sama dan kita akan melihat tes event ini dan simulasi ini hasilnya seperti apa, kegiatan-kegiatannya apa yang harus menyelesaikan dan mensolusikan masalah lalu lintas ini,” jelasnya.

Sandi juga mengaku telah melakukan rapat koordinasi kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengenai permasalahan utama yakni lalu lintas di Jakarta yang menjadi perhatian khusus karena asa ketentuan atlet dari perkampungan atlet menuju venue harus kurang dari waktu 35 menit.

“Kita sudah melakukan pertemuan koordinasi darurat antara SKPD di Gandaria Citu Minggu kemarin. Pembahasan utama mengenai ke khawatiran mengenai keadaan lalu lintas di DKI Jakarta yang menjadi sangat penting, karena ada ketentuan bahwa atlet dari perkampungan atlet menuju venue itu harus kurang dari waktu 35 menit,” ungkapnya.

Dia pun akan memantau terlebih dahulu melalui simulasi mendatang apakah efektif atau tidak. Selain lalu lintas ternyata ada lagi yang menjadi permasalahan Asian Games yakni look of the gank atau beauty vacation setiap venue-venue.

“Jadi, kalau bisa sebelum Juni kotanya sudah cantik, paling enggak di titik-titik yang dipusatkan untuk kegiatan,” jelasnya.

Setelah itu yang harus diperhatikan kembali mengenai kesiapan rute marathon karena itu akan diliput secara live. Dia ingin mempertontonkan kecantikan Jakarta seperti di Monumen Nasional, Kota Tua dari sisi-sisi di Bunderan Hotel Indonesia, Simpang Semanggi maupun juga lokasi yang disorot oleh media menggunakan helikopter.

“Kita ingin mempertontonkan kecantikan Jakarta mungkin Monas, Kota Tua. Juga sisi-sisi seperti Bunderan HI, simpang Semanggi maupun juga dari lokasi-lokasi kegiatan dari live show helikopter itu bagus jadi ini yang akan kita dorong,” tuturnya.

Sementara untuk transportasi umum dia mengatakan akan meningkatkan tingkat pelayanannya lebih baik.

“Kita tingkatkan pelayanannya,” tutupnya.

Lihat juga...