Hiswana Migas Diminta Selektif Mendistribusikan Elpiji Subsidi

SUKABUMI – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Sukabumi diminta selektif dalam kegiatan mendistribusikan elpiji subsidi tiga kilogram kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan agar distribusi gas subsidi berjalan tetap sasaran.

“Imbauan ini agar bahan bakar untuk rumah tangga tersebut tepat sasaran yakni untuk kebutuhan masyarakat tidak mampu sesuai amanat undang-undang dan pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Sukabumi, Jawa Barat, Ayep Supriatna di Sukabumi, Minggu (14/1/2018).

Pemerintah daerah juga menginstruksikan baik kepada agen, pangkalan hingga distributor untuk memperketat penjualan elpiji subsidi. Jangan sampai terjadi penyalahgunaan gas bersubsidi oleh masyarakat mampu yang seharusnya tidak mendapatkan subsidi untuk bahan bakar gas tersebut.

Pengusaha elpiji subsidi harus selektif alias tidak menjual secara bebas barang bersubsidi tersebut. “Pasokan yang disediakan sesuai dengan kebutuhan warga kurang mampu atau miskin di Kota Sukabumi,” tambahnya.

Adapun persediaan elpiji subsidi ukuran tiga kilogram ini rata-rata setiap bulannya mencapai 23 ribu tabung. Stok tesebut disebar atau didistribusikan ke pengecer maupun ke masyarakat. “Pengecer pun harus seletif dalam menjual elpiji subsidi ini dan jangan dijual ke warga mampu karena imbasnya persediaan untuk masyarakat miskin menjadi berkurang,” tambahnya.

Ayep mengatakan pihaknya tengah membuat regulasi aturan teknis penyaluran gas subsidi untuk masyarakat agar tepat sasaran.

Di sisi lain, walaupun Kota Sukabumi tidak pernah terjadi kekurangan pasokan apalagi sampai langka. Antisipasi dilakukan dengan berkoordinasi besama Hiswanamigas dan PT Pertamina. Harga tertinggi di tingkat eceran masih wajar yakni Rp22 ribu hingga Rp23 ribu/tabung. (Ant)

Lihat juga...