MAUMERE – Guna mengatasi banjir yang sering melanda Kota Maumere, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka berdasarkan usulan dan permintaan masyarakat, membangun Dry Dam atau bendungan kering untuk menampung air dari bukit Nangalimang yang selama ini mengalir hingga ke tengah Kota Maumere.
“Saat musim hujan, air dari bukit sering mengalir menggenangi pemukiman warga dan mengalir melewati jalan negara trans Maumere-Ende hingga ke kota Maumere yang berada di dataran rendah di sebelah utara,” sebut Kosmas Damianus, saat ditemui Cendana News Rabu (24/1/2018).
Warga RT 09 RW 03 kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok ini menyebutkan, pihaknya sejak lama mengusulkan untuk dibangun bendungan kecil untuk menampung air hujan, agar tidak menggenangi rumah warga. Usulan yang disampaikan kepada pemerintah kabupaten Sikka ini pun akhirnya bisa terwujud.

“Sejak dry dam ini beroperasi, rumah warga sekitar sini tidak digenangi air lagi. Banjir mengalir dan masuk ke dry dam dan bila penuh maka sedikit sekali yang meluap dan mengalir hingga ke tengah kota Maumere,” sebutnya.
Kosmas menambahkan, sejak sekitar 2009 atau 2010, warga sudah mengusulkan agar segera dibangun dry dam, namun baru bisa terlaksana dan selesai pembangunannya pada Desember 2017. Kalau ada beberapa lagi dibangun di Nangalimang, air banjir tidak lagi mengalir ke kota.
“Warga memang minta agar bisa dibangun beberapa dry dam, namun terkendala lahan. Dulu sempat ada warga yang sudah merelakan tanahnya dipergunakan, namun karena terhasut orang lain dia membatalkan, sehingga hanya satu dry dam saja yang dibangun,” sebutnya.
Jitro Boki, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Nangalimang yang ditemui Cendana News di lokasi dry dam mengatakan, pembangunan dry dam ini memang diusulkan masyarakat melalui Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sikka, sebab rumah warga selalu tergenang banjir saat hujan.
Jitro yang saat hujan lebat sering mengecek dry dam tersebut mengatakan, saat hujan lebat yang melanda kota Maumere, dry dam sempat dipenuhi air dan tak lama kemudian air akan meresap ke tanah. Kalau hujan lama, maka air di dry dam bisa penuh dan meluap melewati pembuangan di sebelah utara, namun volume dan kecepatan air sudah berkurang.
“Saya kalau hujan lebat sering mengontrol kondisi dry dam di mana sebelumnya air sering mengalir melewati jalan semen yang ada di daerah ini hingga ke jalan raya. Tapi, sekarang semua air dari gunung mengalir masuk ke dry dama sehingga banjir hampir tidak terjadi lagi,” katanya.
Di lokasi dry dam, saat hujan air dari perbukitan melewati jalan semen yang di kiri kanannya sudah ditembok dan mengalir di bagian bawah jalan. Air dialirkan masuk ke dry dam yang persis berada di sebelah selatan jalan.