Bantuan Uang Sewa, Diusulkan jadi Uang Muka Rumah Murah
BALIKPAPAN — Korban kebakaran Kelurahan Klandasar Ulu memperoleh bantuan dana sewa rumah selama setahun, setelah posko pengungsian di jalan Wiluyo Puspoyudho resmi ditutup hari ini, Kamis (11/1/2018).
Melalui bantuan uang sewa rumah itu, Pemerintah Kota Balikpapan mengusulkan dialihkan untuk uang muka pembelian rumah murah atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Korban kebakaran khusus pemilik rumah memperoleh bantuan uang sewa senilai Rp9 juta per tahun, untuk masing-masing Kepala Keluarga (KK). Sedangkan penyewa yang terbakar memperoleh Rp5 juta per tahun.
“Usulan mencicil rumah murah kan menarik, uang yang diperoleh dapat dijadikan uang muka. Kalau menyewa habis kemudian jangka panjangnya mereka tidak memiliki rumah. Usulan ini harus dibicarakan ke warga korban kebakaran,” ucap Wakil Walikota, Rahmad Mas’ud, usai doa bersama untuk kota Balikpapan, Kamis (11/1/2018).
Selain mendapatkan bantuan uang sewa, korban kebakaran juga memperoleh bantuan yang terkumpul dari masyarakat sebesar Rp20 juta per KK. “Selama 7 hari bantuan dibuka yang terkumpul sebesar Rp3,4 miliar. Dan ini nilai yang besar, membuktikan solidaritas masyarakat untuk membantu sesama sangat tinggi,” terangnya.
Usulan untuk uang muka rumah murah itu, menurutnya, sekaligus mendorong penyerapan kepemilikan rumah bagi masyarakat MBR. Disinggung lokasi berjauhan dengan tempat usaha korban kebakaran, ia berpendapat lokasi Sepinggan dan KM 8 masih dekat terjangkau .
“Itu masih dekat dan terjangkau. Ini baru Anda yang tahu ini. Nanti kita komunikasikan ke lurah, camat , kita permudah proses dan kita bicarakan ke properti untuk mereka layak nggak dapat angsuran murah,” tegasnya.
Sementara itu, seorang warga kebakaran yang ditemui menyetujui dengan usulan itu, hanya saja per bulannya tidak memberatkan. “Saya setuju yang penting bulanannya bisa kita jangkau ,kalau DP Rp6 juta insyaallah bisa, tapi yang penting bulanannya murah bisa dijangkau,” tukas Syamsiah (45), warga RT 12, Klandasan Ulu.
Dia mengungkapkan, hingga kini belum ada kesempatan memperoleh informasi, apalagi rumah murah. “Ya, kalau memang ada Alhamdulillah, ya kan saya hanya jualan bensin dan kopi keliling,” tandasnya.