KAIRO – Jaksa penuntut di Luxor kota di bagian selatan Mesir memerintahkan penahanan terhadap empat pria dalam kejadian tabrakan balon udara panas. Tercatat satu orang wisawatan asal Afrika tewas akibat kecelakaan balon udara yang terjadi di Jumat (5/1/2018).
Penahanan dilakukan sambil menunggu proses investigasi terhadap kejadian tersebut. Sementara media di Mesir menyebut, tabrakan balon udara tersebut terjadi akibat kondisi cuaca yang buruk di Luxor. Hembusan angin kuat dan badai pasir melanda negara itu pada Jumat (5/1/2018), membuat langit berawan debu. Akibat badai pasir, bandar udara Kairo dan pelabuhan di Laut Merah menutup aktivitas kegiatannya.
Hasil penyelidikan awal yang dilakukan menyebut, kecelakaan tersebut dipengaruhi oleh kecerobohan. Empat orang yang ditahan tersebut termasuk pilot dari balon udara yang mengalami kecelakaan. Seorang pria Afsel meninggal dan seorang turis berkewarganegaraan Argentina dan dua turis warga negara Prancis dirawat di rumah sakit. Sejumlah wisatawan lainnya juga dibawa ke RS Internasinoal Luxor tetapi diperbolehkan pulang beberapa jam kemudian.
Luxor, sebuah kota yang dikelilingi makam-makam kuno dan situs bersejarah, merupakan salah satu fokus utama industri pariwisata Mesir. Aktivitas pariwisata di Luxor sumber pemasukan kunci sedang diupayakan pemerintah untuk di hidupkan kembali setelah pergolakan politik di negara itu selama beberapa tahun.
Sebanyak 19 orang, sebagian besar turis Asia dan Eropa, tewas dekat Luxor pada tahun 2013 ketika sebuah balon udara panas terbakar dan bertabrakan setelah ledakan gas saat terbang di udara. (Ant)