Begini Cara Relawan Kenalkan Literasi Sekaligus Konservasi
LAMPUNG — Upaya mengenalkan kecintaan budaya membaca bagi anak-anak di lingkungan pesisir pantai Bakauheni yang berhadapan dengan Selat Sunda terus dilakukan oleh relawan literasi yang berkoordinasi dengan anggota Pembinaan Masyarakat Perairan (Binmas Air) Satuan Polisi Perairan Polres Lampung Selatan.
Relawan literasi Motor Perahu Pustaka Bakauheni, Ardyanto memanfaatkan waktu akhir pekan saat anak berlibur dan Brigadir Polisi Kepala Agung Gde Asmarajaya mengunjungi anak-anak nelayan di pesisir simpang Pegantungan Ujung Desa Bakauheni.
Bripka Agung GA menyebut kegiatan patroli perairan wilayah pantai merupakan kegiatan rutin yang dilakukannya sebagai anggota Satpolair Polres Lamsel dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di wilayah pesisir.
Di sela-sela kunjungan patroli ia berkoordinasi dengan relawan literasi motor perahu pustaka membagikan ratusan buku bagi puluhan anak usia TK, SD hingga SMP untuk dibaca sekaligus memberikan pemahaman kepada anak anak untuk mencintai lingkungan perairan.
“Kami ajak membaca buku diantaranya beragam buku terkait lingkungan laut serta buku ilmu pengetahuan lain selanjutnya kita juga langsung menanam mangrove,” terang Bripka Agung Gde Asmarajaya saat ditemui Cendana News di kampung nelayan Simpang Pegantungan Ujung, Sabtu (6/1/2018).

Beberapa kuis tentang nama-nama pulau di sekitar perairan Lampung Selatan, nama-nama ikan di laut yang dilindungi, tumbuhan penahan abrasi di pantai bahkan menjadi salah satu materi kuis dengan hadiah berupa pin jangkar pustaka serta hadiah menarik lainnya.
Bripka Agung GA juga menyebut selain memperkenalkan kegiatan literasi ia bahkan memperkenalkan upaya konservasi alam bagi anak anak nelayan untuk mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, melestarikan sekaligus langsung menanam mangrove.
Berbagai jenis tanaman mangrove tersebut bahkan disebutnya menjadi benteng alam bagi masyarakat dari terjangan abrasi air laut dan angin kencang.
Bripka Agung GA menyebut berbagai jenis tanaman bakau dan tanaman penghalang gelombang di wilayah tersebut diantaranya pohon belah ulu, goropa, perperk, setigi, api api, kemiri laut, pulut pulut (Kandelia Candel) dan pandan laut.
Bersama masyarakat, Bripka Agung Gde GA menyebut mendorong upaya konservasi bagi wilayah pesisir yang berhadapan dengan Selat Sunda tersebut. Bersama dengan sang isteri, Niluh Dewi bahkan ikut turun ke lumpur menanam bibit mangrove jenis api-api di dekat pesisir pantai tersebut.

“Sebagian anak anak di wilayah pesisir pantai memang ada yang belum bisa membaca namun dengan adanya buku bergambar anak anak sudah sangat senang melihatnya,” bebernya.
Melalui kegiatan membawa buku ke kampung nelayan sekaligus membaca buku bersama Ardyanto berharap anak anak pesisir pantai yang selama ini sulit mengakses buku bacaan bisa mudah memperoleh buku. Ia bahkan secara rutin mengunjungi anak anak tersebut pada hari yang telah ditentukan menyesuaikan jadwal anak anak saat tidak memiliki jadwal mengaji.