5.000 Peserta dari 15 Negara Ikuti Marathon Lombok 2018

MATARAM – Ribuan peserta dari belasan negara akan memeriahkan lomba lari Marathon Lombok yang digelar Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) bersama Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Lombanya mulai dilaksanakan 28 Januari, awalnya yang mendaftar 15 ribu, tapi dibatasi menjadi lima ribu peserta dari 15 negara, biar saja jumlahnya sedikit, biar orang antre ikut lombok marathon” kata Ketua KONI NTB, Andy Hadianto, saat konferensi pers di Mataram, Selasa (23/1/2018).

Ia mengatakan, start dimulai di Senggigi untuk 42 km dan 21 km, sementara untuk jarak lima dan 10 kilometer start di Ampenan, Kota Mataram. Dalam lomba nanti, Jalan Langko menjadi daya tarik, sebab jalan langko teduh dan nyaman, karena itu nantinya akan diblokir-blokir.  Lima kilo terakhir biasanya peserta sudah sprint.

Ia mengatakan, begitu peserta lomba lari marathon finish, nantinya akan dihibur dengan suguhan kesenian dan jamuan tradisional, agar happy ending sebagai ciri khas tersendiri dan  bisa  mengalahkan iven lari di tempat lain.

Sport tourism ini dikemas seperti ini, karena di dunia, sport sedang tren. Ini jadi daya tarik tersendiri, terutama sebagai media promosi dan meningkatkan kunjungan wisatawan”, katanya.

Dikatakan, melalui iven ini, NTB juga ingin menjadi penyelenggara lari marathon terbaik di Indonesia. Saat ini, Bali masih menjadi penyelenggara terbaik. Bali kelebihannya hanya partisipasi masyarakat, terutama jalur yang dilewati pelari, masyarakatnya menampilkan kesenian masing-masing untuk menyambut peserta. Ada bunyi-bunyian dan memberikan semangat kepada pelari.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Mohammad Faozal, mengatakan, iven lari marathon awalnya direncanakan pada akhir 2017. Tapi, saat itu ada kendala erupsi Gunung Agung, sehingga terpaksa diputuskan pada 28 januari 2018.

“Kegiatan ini bermakna untuk mendorong Lombok sebagai venue sport tourism. Rinjani 100 juga dilakukan pada 2018, hari ini seratus persen lebih  yang sudah daftar” katanya.

Ia pun berharap, masyarakat betul-]betul peduli, terutama saat lombok lari marathon 28 Januari berlangsung, sebab sudah pasti akan ada penutupan jalur pada ruas tertentu. Karena tidak ada pilihan lain. Total hadiah Lombok Marathon mencapai Rp300 juta.

Lihat juga...