Pemprov DKI Luncurkan 4 Desain Besar Jakarta Kota Berketahanan

JAKARTA —- Gubernur DKI, Anies Baswedan Rasyid, meluncurkan empat desain besar yang berkolaborasi dengan masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Peluncuran ini untuk mewujudlan Jakarta sebagai kota berketahanan. 

Menurut Anies, empat desain besar yang diluncurkan ini disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) DKI Jakarta, serta selaras dengan prioritas kerja dalam membawa visi dan misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga 2022.

“Desain-desain besar tersebut akan menyasar ke seluruh aspek penting dalam tata ruang dan lingkungan hidup kota. Saya berharap, konsep yang nanti akan muncul sesuai dengan kota abad ke-21, karena kita harus siap dengan tantangan ke depan,” kata Anies, di Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018).

Desain-desain besar itu akan menyasar ke seluruh aspek penting dalam tata ruang dan lingkungan hidup kota, baik dalam hal ketahanan pangan, layanan air minum dan air limbah domestik serta ekosistem penting kota yang sangat vital dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota berketahanan.

Ada pun ke empat desain besar yang terdiri atas Desain Besar Pertanian Perkotaan, Desain Besar Layanan Air Minum dan Air Limbah Domestik, Desain Besar Jakarta Menuju Kota Layak Anak dan Desain Besar Sistem Pengelolaan Sampah yang dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Aies Baswedan dan Deputi Gubernur Bidang Yata Ruang dan Lingkungan Hidup, Oswar Mungkasa, didukung Yayasan Karina (Caeritas Indonesia) dengan program Parteners for Resilience Strategic Partnership dan Marunda Urban Resilience in Action (MURIA), USAID-IUWASH PLUS, PLAN International Indonesia dan D’Art Of Waste Institute Bandung di Balai Agung, Balai Kota.

Kata, Anies, desain besar ini sudah dimulai sejak April 2017 dan telah melalui dua lokakarya multipihak sejak Agustus dan November 2017 untuk memastikan partisipasi maupun kalaborasi semua pihak dalam penyusunannya.

Dia berharap, pada desain besar pertanian perkotaan, dapat menjadi salah satu strategi dari Pemprov DKI Jakarta yang menajadi salah satu strategi dari Pemprov DKI Jakarta yang menjadi dasar kolaborasi banyak pihak. Baik masyarakat, pemerintah, LSM maupun pihak swasta dalam menjalankan program pertanian perkotaan DKI dengan menggunakan pendekatan pengelola risiko terpadu.

“Menjadi solusi yang tangguh untuk ketahanan pangan warga Jakarta dan turut mendukung peningkatan pendapatan mayarakat DKI Jakarta,” tuturnya.

Sementara, kata Anies, desain besar air minum dan air limbah domestik ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan akses layanan dasar ke warga Jakarta dengan serangkaian tahapan.

“Air minum dan air limbah domestik yang aman bagi warga Jakarta yang disusun melalui serangkaian tahapan,” imbuhnya.

Tahapan tersebut meliputi pengembangan peta interaktif berupa peta yang menunjukkan kondisi layanan air minum dan sanitasi atau air limbah domestik pada per kelurahan. Kondisi kualitas sungai dan air tanah di DKI Jakarta serta proporsi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mendapatkan layanan.

Penyusunan tersebut dilakukan secara kolaboratif yang melibatkan perangkat daerah maupun lembaga donor dan mitra pembangunan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Setelah itu, desain besar Jakarta menuju kota layak anak hingga saat ini berbagai inisiatif dilakukan untuk mempercepat pencapaian kota layak anak dengan dibangunnya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Namun, inisiatif yang ada umumnya bersifat jangka pendek dan tidak sepenuhnya terintegrasi. Karena itu, Pemprov bekerja sama dengan Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup untuk menyusun desain besar Jakarta menuju kota layak anak pada 2018 hingga 2022.

Sementara, desain besar sistem pengelolaan sampah DKI Jakarta merupakan dokumen strategi pengelolaan sampah dari sumber hingga tempat pemrosesan akhir yang ideal bagi kondisi kota DKI Jakarta.

“Terdapat serangkaian tahapan yang disusun untuk penanganan dan pengurangan sampah yang aman bagi warga Jakarta. Dengan meliputi pengembangan skala interaktif, yakni skala sumber, lingkungan, kawasan, wilayah dan pemprosesan akhir di DKI Jakarta. Tak hanya itu, kita akan melibatkan masyarakat setiap tahapan sesuai dengan potensinya,” ungkapnya.

Dia pun menargetkan, sampah akan berkurang dengan proses pengolahan sampah secara maksimal di sumber hingga wilayah, sehingga menurunkan volume pengangkutan sampah ke TPA, serta memproses material sampah lama di zona yang sudah ditutup untuk dimanfaatkan. Sehingga sampah bisa dikembangkan menjadi reused landfill.

Sementara, lanjut Anies, nantinya Kabupaten Kepulauan Seribu tidak akan lagi diarahkan membawa sampahnya ke daratan TPA Banyar Gebang. Namun, diatur dengan menggunakan teknologi.

“Nanti Kabupaten Kepulauan Seribu tidak lagi diarahkan membawa sampahnya ke daratan, namun sudah diatur atau dikelola dengan teknologi pemrosesan yang sesuai dengan kaidah tata lingkungan yang baik dan benar di setiap pulau berpermukiman,” tutupnya.

Lihat juga...