Potensi Pantai Batu Liut Nan Menawan di Bibir Selat Sunda

LAMPUNG — Pantai batu liut (batu licin) yang berada di pesisir kecamatan Bakauheni dengan didominasi bebatuan besar serta ombak yang cukup keras menghantam menciptakan bentang alam yang unik. Beberapa titik bebatuan bahkan menjadi lokasi yang sangat favorit bagi pemancing yang melakukan tekhnik ‘rock fishing’ dengan ikan jenis giant travely (GT) seperti simba dan mamung serta ikan kerapu.

Bebatuan licin tersebut menurut Amin (30) salah satu penghobi memancing membuat lokasi tersebut kerap hanya dikunjungi oleh penyuka aktifitas memancing karena awalnya lokasi hanya berisi tebing terjal, bebatuan dan vegetasi hutan waru laut serta pohon pandan laut.

Hal tersebut dikarenakan untuk mengakses lokasi tersebut terbilang sulit karena jalan yang licin di kala hujan. Kini dengan adanya kepedulian dari pemerintah kecamatan, akses dibuat lebih bagus. Bahkan akses dari dusun Sukarame dan dusun Penobakan menuju ke lokasi batu licin sudah dibuat jalan dengan paving block dan sebagian cor semen.

“Batu licin yang semula hanya dikenal oleh para pemancing pun mulai banyak dikunjungi oleh anak anak kekinian yang menyukai spot spot istimewa untuk dijadikan objek foto dan diunggah ke media sosial,” sebut Amin saat berbincang dengan Cendana News.

Santi (26) salah satu pedagang di lokasi pantai wisata batu liut menyebut, akses saat ini semakin baik dengan pembangunan jalan aspal mulus sepanjang tujuh kilometer dari dusun Kenyayan Bakauheni hingga menuju ke Pegantungan meski beberapa titik masih berupa jalan berbatu. Akses tersebut bisa dipergunakan menggunakan kendaraan roda empat hingga ke dusun Sukarame selanjutnya ditempuh dengan kendaraan roda dua sekitar lima belas menit.

“Jalurnya sangat ekstrem dengan tanjakan dan turunan curam terutama saat musim hujan licin bahkan menuju ke batu liut hanya kendaraan yang dimodifikasi jenis trail milik pemancing datang ke sini tapi sekarang jalan sudah dibuat bagus dengan cor semen sehingga semua motor bisa masuk ke lokasi kecuali mobil,” terang Santi.

Selain pecinta memancing para pecinta olahraga motor trail kerap menjadikannya sebagai tempat perhentian menjajal trek menantang di wilayah Bakauheni.Fasilitas berupa gubuk bambu beratapkan daun pandan, tempat duduk dari limbah kayu yang menepi di pantai, ayunan, sampah sampah daur ulang yang dikelola hingga gardu pandang di tepi tebing yang kerap dijadikan spot berfoto berlatar belakang laut Selat Sunda dan Gunung Krakatau.

Ahmad Arif melakukan swafoto bersama kawannya menggunakan gawai mengabadikan momen liburan [Foto: Henk Widi]
Ahmad Arif (23) warga Kalianda mengaku sengaja datang untuk mengabadikan ‘view’ pantai yang cukup berbeda dibanding pantai lain. Bentang alam yang unik karena pantai hampir sepanjang satu kilometer tersebut diapit dua tebing menjulang setinggi tiga puluh meter.

Selain tebing menyatu dengan perbukitan menghijau di kawasan yang dikenal dengan Tanjung Tua tersebut pantai batu liut juga memiliki bebatuan unik yang konon merupakan jejak jejak peninggalan ledakan Gunung Krakatau pada 1883.

Berkunjung ke batu liut diakuinya sangat cocok bagi pekerja yang sudah sepekan bergulat dengan kesibukan karena tawaran kesunyian di batu liut dengan kesejukan angin di bawah pepohonan pantai tidak bisa ditemukan di destinasi lain.

“Kalau pantai lain kan kerap sangat ramai tapi pantai batu liut ini bisa menjadi tempat untuk meditasi atau menyepi sekaligus menenangkan pikiran dengan harapan setelah rekreasi pikiran bisa segar kembali,” terangnya.

Fasilitas warung, pedagang kuliner, kamar kecil dan lokasi parkir yang semakin tertata berkat pengelolaan oleh Pokdarwis menjadikan pantai batu liut menjadi rekomendasi saat akhir pekan.

Lihat juga...