Perbaikan Jalan Nasional Bakauheni-Panjang Rampung Akhir Tahun

LAMPUNG — Jalan nasional ruas Bakauheni-Panjang mengalami rusak berat. Sebagian dari ruas jalan itu berlubang dan amblas akibat faktor usia. Jalan ini sebetulnya terus diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan melakukan proses penambalan.

Proses tambal sulam tersebut dilakukan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang melewati provinsi Lampung sekaligus perbaikan sejumlah jembatan yang mengalami kerusakan pada bagian aspal jalan.

Kasmir selaku penanggungjawab proyek Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Wilayah II Provinsi Lampung Kementerian PUPR saat ditemui Cendana News menegaskan perbaikan jalan nasional diprioritaskan menyambut angkutan libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2017.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, biasanya pada masa itu mobilitas kendaraan kendaraan begitu tinggi. Kondisi jalan dipastikan harus dalam kondisi baik dan memberi kenyamanan bagi pengguna jalan.

Menurut Kasmir sejak Oktober silam perbaikan telah dilakukan perbaikan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan dari perbatasan kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandarlampung hingga Pelabuhan Bakauheni dengan total panjang sekitar 80 kilometer.

Selain jalan perbaikan juga dilakukan pada bahu jalan,jembatan. Pada bahu jalan petugas melakukan pembersihan rumput untuk memudahkan pandangan pengendara. Sementara pada bagian jembatan dilakukan penebalan dengan rigid beton sekaligus pada tikungan tajam.

“Pembersihan rumput dan tumbuhan pengganggu selanjutnya diberi tambahan batu split agar jalan terlihat lebih lebar dan bisa digunakan untuk jalur darurat sementara rigid beton pada bahu jembatan untuk memperkokoh bagian aspal pada jembatan yang selama ini kerap amblas saat kendaraan bertonase berat melintas,” ujar Kasmir saat ditemui Cendana News di Jalinsum KM 07 kecamatan Bakauheni , Senin (4/12/2017)

Kasmir menegaskan sesuai dengan pemeriksaan awal dengan melakukan survei sejumlah titik yang harus diperbaiki. Pada tahap awal melakukan penandaan menggunakan cat putih selanjutnya petugas melakukan proses pembongkaran jalan berlubang, pembersihan hingga penambalan dengan aspal hotmix. Proses perbaikan pada beberapa titik tersebut menurut Kasmii sekaligus merealisasikan program zero hole (nihil lubang) di sepanjang Jalinsum.

“Selama ini keluhan yang disampaikan kepada kami terutama oleh pengendara roda dua yang melintas berpotensi mengalami kecelakaan saat melintasi jalan bergelombang tidak diratakan. Kemudian yang kami lakukan adalah membongkar aspal yang rusak untuk diratakan kembali agar lebih mulus saat dilintasi,” beber Kasmir.

Dengan akan dioperasikannya Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 8,9 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni hingga pintu keluar gerbang tol di Hatta pada 15 Desember mendatang beban jalan lintas Sumatera karena kendaraan bertonase berat melintas bisa dikurangi.

Menurut Kasmir tidak memungkiri kerusakan jalan lintas Sumatera pada KM 0 hingga KM 20 disumbang oleh melintasnya kendaraan pengangkut material tanah tol dan kini sudah berkurang semenjak truk truk tersebut bisa melintas di jalan tol yang sebagian sudah bisa dilintasi.

Sumar, salah satu warga dusun Umbuljering desa Bakauheni menyebut pasca diperbaiki oleh Kementerian PUPR serta akan segera dioperasikannya Jalan Tol Trans Sumatera diharapkan kendaraan bertonase berat seperti trailer, kontainer tak lagi bisa melintas di Jalan lintas Sumatera sehingga kerusakan jalan bisa diminimalisir.

Kerusakan jalan yang terjadi diakuinya banyak disebabkan lalu lalang kendaraan pengangkut material tanah dan batu pembangunan tol termasuk kendaraan bertonase berat yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni.

“Ruas jalan sepanjang delapan kilometer yang aksesnya pada pertengahan Desember ada pilihan melalui jalan tol Trans Sumatera tentunya akan membuat jalan lintas Sumatera lebih awet dan bahkan kerusakan akibat kendaraan bertonase berat tidak akan terjadi lagi,” ujar Sumar.

Meski sudah ditambal namun Sumar menyebut proses penambalan yang dilakukan seharusnya bisa dibuat lebih rata karena selama ini titik jalan yang ditambal dengan aspal kontur aspal yang diaplikasikan tidak rata.

Kondisi ini membuat jalan bergelombang dan kerap membahayakan pengguna kendaraan terutama kendaraan roda dua yang melintas pada malam hari, dengan kondisi lampu penerangan jalan tenaga surya yang sebagian sudah rusak dan padam.

Lihat juga...