Maulid Nabi, Kebutuhan Pokok di NTB, Aman

MATARAM – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Putu Sely Andayani memastikan bahwa stok sejumlah kebutuhan bahan pokok selama Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW, aman.

“Meski permintaan di pasaran tinggi, stok sejumlah kebutuhan bahan pokok selama bulan Maulid tetap aman, termasuk dari sisi harga,” kata Selly di Mataram, Selasa (5/12/2017).

Kepastian tersebut disampaikan Selly, setelah dirinya melakukan rapat koordinasi dengan SKPD terkait, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Badan Urusan Logistik (Bulog) termasuk dengan para distributor, stok masih aman hingga 4 bulan ke depan.

Ia mengatakan, selama bulan maulid nabi sekarang ini, pihaknya memang fokus melakukan antisipasi ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok di pasaran, karena permintaan tinggi.

“Memastikan stok aman, barang sejumlah kebutuhan pokok juga tersedia di pasar. Soal adanya kenaikan harga kalau masih di kisaran lima persen, masih wajar, karena tingginya permintaan. Sekarang tergantung masyarakat bagaimana bisa berbelanja sesuai kebutuhan,” katanya.

Dikatakan, dari sisi harga juga masih dalam batas kewajaran, harga daging di pasar swalayan misalnya masih 80 ribu per kilo. Sementara kalau di pasar tradisional harga 120 ribu rupiah per kilo.

Demikian halnya dengan kebutuhan pokok lain seperti beras, harga masih berkisar antara 8.500 sampai 9.000 per kilo, cabai dengan harga 10 hingga 15 ribu per kilo, begitu juga dengan bawah merah dan putih 20 hingga 22 ribu per kilo.

“Kita juga menggelar pasar murah di sejumlah kantung masyarakat berpenghasilan rendah seperti di Babakan yang komunitas muslimnya banyak, termasuk Ampenan,” terang Selly.

Sebelumnya, Asisten Dua Bidang Ekonomi Pemprov NTB Chairul Machul mengatakan,
seperti Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) lain misalnya puasa Ramadhan dan Lebaran, tingkat konsumsi masyarakat pada pelaksanaan PHBI maulid Nabi Muhammad SAW saat ini di sebagian kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga cukup tinggi.

Kota Mataram merupakan salah satu daerah dengan tingkat konsumsi kebutuhan komoditi bahan pokok paling tinggi dari konsumsi biasa yaitu mencapai 1 persen.

“Konsumsi sejumlah kebutuhan bahan pokok masyarakat di Kota Mataram tinggi selama bulan maulid Nabi, karena itu harus diantisipasi, jangan sampai terjadi inflasi,” kata Chairul.

Mengingat pada setiap PHBI seperti sekarang, masyarakat menggelar acara tasyakuran dengan menghidangkan aneka makanan dalam porsi besar sehingga membutuhkan sejumlah kebutuhan pokok dalam jumlah besar juga.

Belanja masyarakat pun jauh lebih besar dibandingkan hari biasa. Beberapa komoditi bahan kebutuhan pokok dengan konsumsi tinggi antara lain beras, cabai rawit, bawang merah dan putih.

“Karena itu, selain melakukan intervensi dalam bentuk Operasi Pasar sebagai langkah terdekat, pengawasan pergerakan harga dan distribusi sejumlah kebutuhan pokok harus dilakukan, supaya tidak ada permainan,” tegasnya.

Stok harus terjaga dengan melakukan identifikasi penyebab inflasi dan pemantauan harga sehingga begitu ada pergerakan harga pasar yang tidak wajar, bisa memasukkan ke dalam data temuan. Maka, perlu pula melibatkan polisi.

Lihat juga...