Lima Program Unggulan Kemenkeu untuk 2018

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Alkolani menyebutkan, ada lima program pemerintah yang akan dilakukan di tahun 2018.

Pertama, pemerintah akan melakukan reformasi perpajakan. Ini jelas dia, sangat penting karena pajak ini sumber utama kegiatan pembangunan Indonesia, seperti juga di negara lain.

Dengan birokrasi kebijakan ini, kata Alkolani, Kemenkeu berharap bisa mencapai target realisasi perpajakan 2018 dibandingkan tahun 2017 sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Reformasi ini menjadi penting karena pajak itu bisa naik 100 triliun setiap tahun. Kenaikan pajak ini menjadi modal untuk peningkatan pembangunan setiap tahun hingga ke pelosok Indonesia,” kata Alkolani pada diskusi publik bertajuk “APBN untuk Siapa?” di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (4/12/2017).

Kedua, lanjut dia, bagaimana pelayanan pajak lebih mudah dan simpel sehingga pajak tidak lagi meragukan bagi masyarakat. Para wajib pajak mengetahui uangnya dipakai untuk apa dan dalam bentuk apa. Kemudian masyarakat dimungkinkan diuntungkan dan diharapkan bisa mengawasi pajak serta APBN setiap tahun dalam pelaksanaannya.

Namun demikian, sebut dia lagi, pemerintah akan terus melakukan evaluasi APBN sebelumnya untuk peningkatan pada 2018. Misalnya, mengatasi kemiskinan dan kesenjangan serta pemerataan pembangunan. “Kalau ditanya anggaran bisa mencapai Rp200 triliun lebih yang dilakukan oleh pemerintah pusat,” ucapnya.

Progran unggulan lainnya adalah infrastruktur akan terus dilanjutkan. Karena menurut dia, infrastruktur ini menjadi kebutuhan pokok bagi Indonesia.

“Kita bisa tumbuh ke depan secara suistinable kalau infrastuktur itu dibangun. Bayangkan orang mau investasi di Indonesia, kalau tidak ada jalan, listrik, dan fasilitas industri. Maka ekonomi kita bisa tumbuh optimal di atas 5 persen,” ungkap Alkolani.

Inilah kebijakan pemerintah yang akan terus dilaksakanakan karena sebut dia, kalau infrastruktur dibangun akan meningkatkan pembangunan serta menggurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan.

Kemudian program ketiga adalah pertanian akan terus ditingkatan. Begitu pula program peningkatan keamanan negara dalam hal pertahanan dan keamanan.

Selanjutnya, program pariwisata sudah dicanangkan 10 kawasan wisata unggulan tahun 2018. “Pariwisata unggulan kita ke depan karena setiap pelosok di Indonesia memiliki potensi wisata. Destinasi wisata ini akan lebih ditingkatkan di tahun 2018,” ujarnya.

Untuk pengembangan destinasi pariwisata ini, anggarannya bukan hanya dari Kementerian Pariwisata tapi dibutuhkan sinergi lintas kementerian. Misalnya, kata Alkolari, membangun Danau Toba. Bagaimana membangun fasilitas jalan, industri ekonomi dan lainnya harus menjadi satu potensi yang didukung oleh semua instansi kementerian.

Alkolani optimis, pihaknya akan mengevaluasi APBN 2017 dan di tahun 2018 bisa mendapatkan pajak yang lebih baik. Yakni, kata dia, uang itu ke mana dibelanjakan itu di antaranya yang akan dievaluasi. Bagaimana bisa lebih efisien dan efektif untuk penghasilan pemasukan dan pengeluaran yang lebih baik pada 2018.

“Jadi yang akan Kemenkeu lakukan bukan hanya belanja tapi uang ini jadi apa? Ini yang akan kita perbaiki dan tingkatkan di tahun 2018,” tukasnya.

Pada 2018 juga, kata dia, pihaknya akan merencanakan APBN 2019 yakni di Februari 2018. Sehingga dengan evaluasi akan lebih efektif jika ada kegiatan yang tidak penting akan segera dihentikan dan dipindahkan ke kegiatan belanja yang betul-betul produktif yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Kebijakan ini akan konsisten dijalankan dan masyarakat juga diminta untuk mengawasi APBN. “APBN ini milik rakyat dari setiap rupiah yang disumbangkan kepada negara dan akan kita kembalikan untuk pemerataan pembangunan serta pengentasan kemiskinan,” pungkas Alkolani.

Lihat juga...